Prodi Ekonomi Syariah UMM Perkuat Kemitraan, Tingkatkan Keterserapan Kerja dan Wujudkan Entrepreneur Muda

Malang, 19 November 2025- Menyadari tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis, Program Studi Ekonomi Syariah (Prodi Ekos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas kerjasama kemitraan dengan berbagai lembaga keuangan, industri halal, perusahaan, serta pelaku usaha guna meningkatkan keterserapan kerja lulusan sekaligus mendorong lahirnya entrepreneur muda berbasis nilai-nilai syariah. Kerjasama ini merupakan bagian dari implementasi program unggulan Center for Future Works (CFW) yang dikembangkan Prodi Ekos UMM. Melalui CFW, mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diarahkan untuk memahami praktik nyata dunia kerja, beradaptasi dengan teknologi digital, dan mengembangkan kemampuan wirausaha sejak dini. “Kerjasama dengan mitra industri bukan hanya tentang membuka peluang magang, tetapi juga tentang menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berinovasi, dan berkolaborasi langsung dengan pelaku usaha,” ujar salah satu dosen pembimbing Prodi Ekos UMM. Menurutnya, langkah ini penting agar mahasiswa Ekonomi Syariah memiliki keunggulan kompetitif — tidak hanya di sektor keuangan syariah, tetapi juga dalam bidang kewirausahaan, industri halal, dan filantropi Islam. “Kami ingin lulusan kami bukan hanya siap kerja, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” tambahnya. Selain memperluas kerjasama dengan dunia industri, Prodi Ekos UMM juga rutin mengadakan seminar kewirausahaan, pelatihan bisnis, serta workshop digital marketing yang melibatkan praktisi profesional dan alumni sukses. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan, memperluas jaringan, dan membangun mental entrepreneur. Salah satu mahasiswa Prodi Ekos UMM mengungkapkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis mitra sangat membantu dalam memahami realitas kerja. “Saya mendapat kesempatan magang di lembaga keuangan syariah dan bisa langsung menerapkan ilmu akuntansi, aplikom, dan manajemen keuangan yang dipelajari di kampus. Pengalaman itu membuat saya lebih percaya diri dan paham apa yang dibutuhkan dunia kerja,” ujarnya. Langkah proaktif ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak fakultas dan universitas. Mereka menilai penguatan hubungan antara kampus dan industri merupakan bentuk konkret penerapan konsep link and match, di mana kurikulum akademik disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja modern. Selain meningkatkan keterserapan kerja, Prodi Ekos UMM juga menaruh perhatian besar pada pembentukan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Melalui bimbingan dosen dan mentoring bisnis, mahasiswa didorong untuk menciptakan ide usaha yang inovatif dan sesuai prinsip syariah. Beberapa di antaranya bahkan telah berhasil mengembangkan usaha di bidang kuliner halal, produk kreatif Islami, hingga konsultasi keuangan berbasis syariah. Program kemitraan ini juga memperluas peluang mahasiswa untuk mendapatkan akses pendanaan, pelatihan manajemen usaha, dan pendampingan pengembangan bisnis dari mitra eksternal. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori ekonomi Islam, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kegiatan ekonomi riil. “Visi kami adalah mencetak generasi muda yang berkarakter islami, profesional, dan berjiwa entrepreneur. Melalui kolaborasi yang kuat antara kampus, dunia industri, dan masyarakat, kami yakin mahasiswa Ekonomi Syariah UMM dapat menjadi pelaku ekonomi yang berintegritas dan berdaya saing global,” jelas pihak Prodi Ekos UMM. Upaya kolaboratif ini menjadi bukti komitmen Prodi Ekonomi Syariah UMM dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui kombinasi antara penguatan akademik, kemitraan industri, dan pembinaan wirausaha, UMM terus berperan aktif dalam mencetak lulusan yang siap kerja, siap usaha, dan siap berkontribusi dalam membangun ekonomi syariah yang berkelanjutan. (Humas Ekos/NS)

CFW Prodi Ekonomi Syariah UMM Perkuat Profesionalisme Mahasiswa Lewat Lima Keunggulan

Malang, 18 November 2025 – Program Center for Future Works (CFW) milik Program Studi Ekonomi Syariah (Prodi Ekos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membuktikan efektivitasnya dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui CFW, mahasiswa dibekali dengan keterampilan praktis dan mindset kerja yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal ini terlihat dari kesuksesan mahasiswa Prodi Ekos yang menjalani magang di perusahaan berskala internasional, di mana mereka mampu menunjukkan etos kerja, kemampuan digital, serta profesionalisme yang tinggi. Salah satu mahasiswa yang mengikuti program magang tersebut mengaku bahwa pembekalan dari CFW membuatnya lebih mudah beradaptasi dengan sistem kerja global. “Program CFW benar-benar membantu saya memahami bagaimana bekerja secara profesional, berkomunikasi efektif, dan memanfaatkan teknologi dalam tugas keuangan,” ujarnya. Kepala Prodi Ekonomi Syariah UMM menjelaskan bahwa CFW dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa agar selaras dengan tuntutan industri. Program ini memiliki lima keunggulan utama, yaitu: Digital Marketing dan Fintech Syariah, menyiapkan mahasiswa memahami ekosistem keuangan digital. Perencanaan Keuangan Syariah, membekali kemampuan analisis dan pengelolaan dana sesuai prinsip syariah. Perbankan dan Keuangan Syariah, melatih mahasiswa memahami operasional lembaga keuangan syariah. Industri dan Produk Halal, memperkenalkan potensi besar ekonomi halal global. Manajemen Filantropi, menanamkan nilai sosial dan kepemimpinan dalam pengelolaan dana umat. “Kelima bidang unggulan ini menjadi jembatan antara teori dan praktik. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tapi juga berinteraksi langsung dengan dunia industri agar memiliki pengalaman riil,” terang pihak prodi. Selain melalui pembelajaran di kampus, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk terjun langsung di lapangan melalui program magang di berbagai sektor—termasuk lembaga keuangan, industri halal, dan perusahaan multinasional. Program ini menjadi wujud nyata dari konsep link and match antara kurikulum akademik dan kebutuhan dunia kerja. Dengan adanya CFW, Prodi Ekonomi Syariah UMM terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga profesional, adaptif, dan siap bersaing di pasar kerja global—serta tetap menjunjung nilai-nilai syariah dalam setiap langkah karier mereka. (Humas Ekos/NS).

Jurnal “Falah” UMM Raih Indeksasi Internasional, Bukti Kualitas Riset Ekonomi Syariah Indonesia

Malang, 18 November 2025 – Program studi Ekonomi Syariah di Universitas Muhammadiyah Malang kembali menorehkan prestasi penting dalam ranah publikasi ilmiah. Jurnal ilmiah “Falah: Jurnal Ekonomi Syariah” yang diterbitkan oleh Departemen Ekonomi Syariah UMM telah berhasil memperoleh pengakuan indeksasi pada tingkat internasional. Berdasarkan laman resmi jurnal, Falah telah mencantumkan bahwa artikel-artikelnya telah dikutip dalam database Scopus. Sementara itu, data dari SINTA menunjukkan bahwa jurnal Falah saat ini memiliki akreditasi SINTA 3. Detail capaian dan konteks Jurnal Falah diterbitkan dua kali setahun (Februari & Agustus) sejak terbit pertama kali pada Februari 2016. Mulai 2019, jurnal ini menerapkan bahasa Inggris (atau sebagian bahasa Inggris) untuk artikel yang disubmit, sesuai dengan standar pengindeksan internasional. Jurnal ini bersifat open access: semua artikel dapat diunduh secara gratis, tanpa biaya bagi penulis untuk pengajuan (meskipun ada biaya saat artikel siap terbit). Dewan redaksi jurnal terdiri dari pengajar nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan syariah, yang menunjukkan jaringan ilmiah yang luas. Signifikansi bagi UMM dan ekonomi syariah nasional Keberhasilan jurnal ini untuk masuk ke dalam indeks sitasi internasional seperti Scopus memberikan banyak implikasi positif: Meningkatkan reputasi UMM sebagai institusi yang menghasilkan riset berkualitas dan diakui internasional. Memberikan motivasi bagi program studi Ekonomi Syariah di UMM — serta lembaga pendidikan di Indonesia — bahwa karya ilmiah di bidang ekonomi syariah dapat bersaing secara global. Memperkuat posisi Indonesia dalam peta penelitian ekonomi syariah dunia, terutama dalam era globalisasi riset dan kebutuhan untuk standar internasional. Bagi penulis (dosennya, mahasiswa pascasarjana, peneliti) di UMM, jurnal ini menjadi saluran yang kredibel untuk menerbitkan hasil riset yang memiliki visibilitas internasional. Catatan dan tantangan ke depan Meski telah mencatat keberhasilan, terdapat beberapa hal yang patut dicermati: Akreditasi SINTA 3 menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi (SINTA 2 atau bahkan SINTA 1) agar kualitas terbitan skala nasional semakin mapan. Indeksasi ke Scopus sudah tercatat sebagai dikutip atau terindeks, namun detail resmi pengakuan penuh (termasuk tanggal tepatnya indeksasi) belum secara terbuka dipaparkan di laman publik jurnal yang saya temukan. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas, manajemen redaksi perlu konsisten menjaga proses peer-review, kecepatan terbit, dan distribusi internasional (author, editorial board, kerjasama). Artikel yang diterbitkan perlu terus mengangkat relevansi global dan inovatif dalam ekonomi syariah agar menarik sitasi internasional lebih banyak. Dengan terindeksasi pada skala internasional dan akreditasi nasional, jurnal “Falah” UMM menunjukkan bahwa lembaga pendidikan di Indonesia mampu menerbitkan karya ilmiah yang sesuai standar global. Ini tidak hanya prestasi institusional tetapi juga kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu ekonomi syariah. Langkah selanjutnya adalah menjaga momentum ini, meningkatkan kualitas dan visibilitas, serta memastikan bahwa riset-riset yang dipublikasikan memiliki dampak nyata — baik secara akademik maupun praktis. (Humas Ekos/NS)

Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Terapkan Mata Kuliah Akuntansi & Aplikom Saat Magang di Bandara Batam

Malang, 17 November 2025 — Pengalaman belajar di kampus kembali terbukti relevan dengan dunia kerja nyata. Hal ini dibuktikan oleh Ari Andresta, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang sukses mengimplementasikan ilmu dari mata kuliah Akuntansi dan Aplikasi Komputer (Aplikom) selama menjalani magang di bagian keuangan Bandara Internasional Batam. Selama dua bulan magang, Ari terlibat langsung dalam berbagai kegiatan administrasi dan pengelolaan data keuangan perusahaan. Dalam kesehariannya, ia menggunakan berbagai perangkat lunak akuntansi yang pernah ia pelajari di kampus. “Mata kuliah Akuntansi dan Aplikom benar-benar membantu saya memahami alur pencatatan dan pelaporan keuangan di dunia kerja yang sesungguhnya,” ungkap Ari. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran di Prodi Ekonomi Syariah UMM tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga menyiapkan mahasiswa agar siap terjun ke dunia industri. “Dua mata kuliah itu sangat related dengan pekerjaan saya di Bandara Batam. Saya jadi lebih cepat beradaptasi dan memahami sistem keuangan perusahaan,” tambahnya. Keberhasilan Ari ini tak lepas dari dukungan sistem pembelajaran berbasis kompetensi yang diterapkan Prodi Ekonomi Syariah UMM. Melalui program Center for Future Works (CFW), mahasiswa didorong untuk mengasah keterampilan di lima bidang unggulan, yaitu digital marketing & fintech syariah, perencanaan keuangan syariah, perbankan dan keuangan syariah, industri halal, serta manajemen filantropi. Koordinator program CFW, dosen Prodi Ekonomi Syariah UMM, menjelaskan bahwa kegiatan magang seperti yang dilakukan Ari merupakan bagian dari strategi “link and match” antara kurikulum kampus dan kebutuhan industri. “Kami ingin memastikan mahasiswa kami tidak hanya paham teori ekonomi syariah, tapi juga mampu berkontribusi di berbagai sektor keuangan modern, termasuk perusahaan non-lembaga keuangan seperti bandara,” ujarnya. Selain mengasah keterampilan teknis, Ari juga belajar tentang etika profesional dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan. Ia berharap pengalaman magang ini menjadi langkah awal untuk berkarier di bidang keuangan syariah. “Magang ini membuat saya sadar bahwa ilmu ekonomi syariah punya peluang luas, bukan hanya di bank, tapi juga di perusahaan besar seperti bandara,” tutupnya. Melalui pengalaman ini, Prodi Ekonomi Syariah UMM kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja — dengan membawa nilai-nilai syariah dalam setiap langkahnya. (Humas Ekos/NS)

Mahasiswa Ekonomi Syariah Raih Sukses Lewat Warung Lalapan

Malang, 15 Oktober 2025 – Di tengah kesibukan kuliah, Nadhira Ala Hamid — mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang — berhasil menjadikan dunia wirausaha sebagai ladang pengalaman nyata. Lewat usahanya, Warung Lalapan Pojok (WLP), Hamid membuktikan bahwa kampus dan bisnis bisa berjalan beriringan. Awal Perjalanan & Pelajaran dari Kegagalan Sejak tahun 2020, Hamid sudah mencoba terjun ke bisnis kuliner lewat sebuah kedai kopi. Namun, meski ide itu menarik, target pasar yang terlalu spesifik dianggap sebagai salah satu faktor penyebab kegagalan usaha itu bertahan lama. “Saya terlalu membidik segmen menengah ke atas, sementara modal sosialisasi dan brand belum kuat,” ujarnya mengenang. Kegagalan itu bukan akhir — justru menjadi pijakan penting. Pada 2023, Hamid mencoba bermanuver dengan model usaha yang lebih fleksibel dan menyasar semua kalangan. Hasilnya, Warung Lalapan Pojok tumbuh dari usaha rumahan menjadi usaha kecil yang nyata. Strategi yang Membawa Perubahan Hamid memilih bisnis kuliner karena arus keluar-masuk uang cenderung cepat — penting untuk menjaga likuiditas. Dia menerapkan prinsip-prinsip keuangan dan manajemen bisnis yang dipelajari di bangku kuliah, seperti menghitung margin, biaya operasional, serta strategi pemasaran sederhana lewat media sosial. “Kuliah memberi saya teori; usaha membantu saya memahami praktiknya,” kata Hamid. Ia mengaku sering menerjemahkan materi seperti akuntansi dan manajemen kelas menjadi ragam laporan harian—laporan penjualan, stok bahan baku, dan evaluasi promosi setiap minggu. Kinerja Keuangan & Operasional Saat ini, Warung Lalapan Pojok dikelola dengan tim kecil beranggotakan dua karyawan tetap. Dalam kondisi normal, omzet bulanan rata-rata mencapai Rp 12 juta, yang bila dijumlah sepanjang tahun bisa menyentuh sekitar Rp 120 juta. Angka ini cukup membanggakan, mengingat usaha ini bermula dari nol. “Omzet bukan segalanya, tapi menjadi tolok ukur bahwa usaha ini hidup,” tutur Hamid. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan, pelayanan, dan konsistensi agar pelanggan tetap setia. Tantangan & Rencana Ke Depan Meski sudah meraih pencapaian, tidak berarti perjalanan Hamid tanpa hambatan. Beberapa tantangan yang dia hadapi: Persaingan kuliner lokal yang sangat ketat Fluktuasi harga bahan baku (sayur, ayam, bumbu) Manajemen waktu antara perkuliahan dan operasional usaha Pengembangan pemasaran digital yang efektif Untuk masa depan, Hamid berencana memperluas jaringan warung di beberapa titik strategis di Kabupaten Malang. Ia juga tertarik menambah menu alternatif sehat agar menarik segmen baru. Tak hanya itu, ia ingin mengajak teman-teman seangkatan untuk berkolaborasi dalam usaha kuliner berbasis komunitas (Humas Ekos/NS).

Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Magang di PT KAI sebagai Wujud Link and Match Kurikulum

Malang, 4 Oktober 2025 — Sejumlah mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) mendapatkan kesempatan berharga untuk menimba pengalaman profesional melalui program magang di PT Kereta Api Indonesia (Persero) Kantor Bersama Aset Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran praktis yang menekankan keterpaduan antara teori dan praktik di dunia kerja. Mahasiswa yang mengikuti program tersebut antara lain Adinda Nur Fitria, Intan Sari Oktaviyanti, Muhammad Taqiyudin, Aaraya Octavia Putri Prayogi, dan Emilia Mukmilah. Mereka ditempatkan di divisi keuangan dan operasional perusahaan selama dua bulan penuh. Melalui program ini, para mahasiswa berkesempatan memahami sistem pengelolaan aset, pencatatan keuangan, hingga mekanisme perencanaan dan realisasi anggaran perusahaan transportasi milik negara tersebut. “Kami belajar bagaimana teori yang selama ini dipelajari di kampus benar-benar diterapkan dalam aktivitas bisnis dan administrasi perusahaan,” ujar salah satu peserta, Adinda Nur Fitria. Pengalaman lapangan tersebut juga menjadi media penguatan kompetensi mahasiswa dalam bidang Manajemen Operasional dan Manajemen Keuangan Syariah. Mereka tidak hanya memahami proses teknis, tetapi juga belajar mengenai etika kerja, tanggung jawab, serta koordinasi antarbagian dalam sistem keuangan perusahaan besar. Program magang ini didukung oleh Center for Future Works (CFW) Ekonomi Syariah UMM yang berfokus menyiapkan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan dunia kerja digital. CFW sendiri memiliki lima fokus unggulan, yaitu digital marketing dan fintech syariah, perencanaan keuangan syariah, industri halal, perbankan syariah, dan manajemen filantropi. Melalui kegiatan magang di instansi besar seperti PT KAI, mahasiswa Ekonomi Syariah UMM diharapkan semakin siap berkontribusi dalam pengelolaan keuangan yang profesional sekaligus berlandaskan prinsip-prinsip syariah. (Humas Ekos/NS)

Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Jalani Magang Teknologi & Akuntansi di Regynet Data Solusindo

Malang, 24 September 2025 — Tiga mahasiswa angkatan semester 7 dari Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengikuti program magang kerja di perusahaan teknologi yang berbasis di Bekasi, yaitu PT Regynet Data Solusindo. Kegiatan magang berlangsung mulai Agustus hingga September 2025. Adalah Azka Rafi Fauqulizzi, Naufal Syarif Hidayatullah, dan Mochamad Hamim Mahfudi yang memilih magang di bidang teknologi akuntansi di perusahaan tersebut. Dalam masa magang, mereka tidak hanya belajar tentang akuntansi tradisional, tetapi juga dibekali pengetahuan tentang teknologi internet, pemasaran digital, serta perpajakan. Menurut Azka, materi magang sangat selaras dengan kurikulum yang telah mereka pelajari di kampus. “Kami belajar mengaplikasikan teori akuntansi dan perpajakan, tetapi juga melihat bagaimana teknologi menjadi pendorong dalam berbagai bidang seperti pemasaran digital dan pengelolaan data,” jelasnya. Center for Future Works: Landasan Magang Inovatif Program magang ini tak lepas dari dukungan Center for Future Works (CFW) yang dihadirkan oleh Prodi Ekonomi Syariah UMM. CFW memfokuskan pada pengembangan lima kompetensi unggulan: Digital marketing & fintech syariah Perencanaan keuangan syariah Perbankan dan keuangan syariah Industri halal & produk halal Manajemen filantropi Dengan dukungan dosen yang kompeten di bidang ekonomi Islam serta fasilitas digitalisasi praktikum, mahasiswa diharapkan mampu menjembatani ilmu kampus dengan praktik industri nyata. Manfaat & Harapan Melalui program magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga jaringan profesional di dunia industri. Magang seperti ini dapat meningkatkan daya saing lulusan dalam pasar kerja, terutama di era transformasi digital di sektor ekonomi syariah. Dekan Fakultas Agama Islam UMM menyatakan bahwa upaya seperti magang berbasis teknologi menjadi bagian dari strategi fakultas untuk mendorong agar lulusan lebih siap memasuki dunia industri, terutama dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah. Lebih jauh lagi, kolaborasi antara universitas dan industri (seperti dengan Regynet Data Solusindo) diharapkan bisa diperluas, tidak hanya di bidang teknologi-akuntansi, tapi juga ke ranah fintech, data analytics, dan riset ekonomi Islam yang lebih maju. (Humas Ekos/NS)

Kuliah Perdana UMM 2025 Kupas Sinergi Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Digitalisasi Ekonomi

Malang, 22 September 2025 — Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah perdana bertema besar “Peran Bank Sentral dan Kebijakan Pemerintah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital”. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu perwakilan dari Bank Indonesia (BI) Malang Febrina dan Fitrian Aprilianto, S.E., M.E., akademisi sekaligus pengamat kebijakan ekonomi. Dalam sesi pertama, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang memaparkan materi “Peran Bank Sentral dalam Digitalisasi Ekonomi di Indonesia”. BI menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai rupiah melalui tiga pilar kebijakan utama: moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.Salah satu wujud nyata transformasi digital yang dilakukan BI adalah melalui implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang membuat transaksi nontunai lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH). Selain di dalam negeri, BI juga mengembangkan QRIS Cross Border yang kini dapat digunakan di sembilan negara Asia, seperti Thailand, Malaysia, dan Jepang. Inovasi ini menjadi bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, yang bertujuan memperkuat integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional serta memperluas kerja sama antarnegara. Tak hanya di bidang pembayaran, BI juga berperan aktif dalam pemberdayaan UMKM Go Digital melalui program Digital Farming, Onboarding UMKM, dan aplikasi SI APIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan). Langkah ini diharapkan meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Sementara itu, pada sesi kedua, Fitrian Aprilianto, S.E., M.E. membahas topik “Dampak Injeksi Dana Rp200 Triliun ke Sektor Perbankan terhadap Perekonomian Makro Indonesia.”Ia menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah menempatkan dana Rp200 triliun di lima bank BUMN bertujuan meningkatkan likuiditas dan mempercepat penyaluran kredit ke sektor riil. Melalui skema Deposito On Call, dana tersebut wajib disalurkan dalam bentuk kredit produktif, bukan untuk investasi surat berharga negara (SBN). Kebijakan ini, menurut Fitrian, diharapkan menciptakan multiplier effect atau efek pengganda ekonomi. Ia menjelaskan bahwa setiap tambahan pengeluaran akan memicu peningkatan pendapatan dan konsumsi secara berlapis, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.Namun, ia juga mengingatkan adanya risiko, seperti potensi inflasi, kredit macet, moral hazard, dan lemahnya permintaan kredit bila dunia usaha masih pesimis. Dalam penutupnya, Fitrian menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia agar dampak kebijakan terhadap perekonomian lebih optimal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMM diajak memahami bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan bank sentral berperan besar dalam menjaga stabilitas dan mempercepat transformasi ekonomi digital Indonesia. (Humas Ekos/NS)

Sayyaf, Atlet Silat Prodi Ekonomi Syariah UMM Raih Juara di Kanjuruhan Fighter Competition 2025

Malang 31 Agustus 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sayyaf Syaddad Al Fathinullah, atlet pencak silat dari Program Studi Ekonomi Syariah, berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih juara pada ajang Kanjuruhan Fighter Competition 2. Sayyaf bersama timnya sukses menjuarai kategori Semi Beregu Putra Prestasi Tingkat Dewasa, setelah tampil gemilang dalam pertandingan. Perjuangan ini semakin bermakna karena sebelumnya Sayyaf sempat mengalami cedera patah tulang bahu yang membuatnya harus beristirahat dari dunia silat. Namun, semangat dan kegigihannya untuk bangkit kembali membawanya mampu tampil optimal di kejuaraan bergengsi tersebut. “Syukur alhamdulillah, usaha latihan yang selama ini dijalani akhirnya membuahkan hasil, khususnya di kategori beregu. Pencapaian ini menjadi penyemangat bagi saya untuk berlatih lebih keras lagi, agar ke depan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Sayyaf. Selain di ajang ini, Sayyaf juga sebelumnya menorehkan prestasi di berbagai kompetisi, di antaranya Rector Cup 2024 serta juara di kelas D putra pada Piala Ketua IPSI Kota Batu 2024. Keberhasilan Sayyaf ini diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, serta membawa nama baik Prodi Ekonomi Syariah UMM di kancah nasional. (Humas Ekos/NS)

Kolaborasi PMM UMM, BPN Kota Malang, dan KUA Kedungkandang Percepat Sertifikasi Wakaf

Malang 22 Agustus 2025 – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Malang dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kedungkandang untuk mempercepat proses sertifikasi wakaf. Inisiatif ini menunjukkan peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pengelolaan aset umat yang profesional dan berkelanjutan Proses dan Langkah-Langkah Sebelum dilaksanakannya prosesi ikrar wakaf, tim mahasiswa melakukan pendataan awal bersama takmir masjid dan masyarakat setempat. Data yang dikumpulkan mencakup lokasi tanah wakaf, luas lahan, batas-batas, dan riwayat kepemilikan. Setelah itu, wakif diminta menyiapkan dokumen administratif seperti sertifikat tanah atau surat keterangan, identitas diri, serta surat pernyataan kesediaan untuk mewakafkan. Semua dokumen tersebut kemudian diverifikasi oleh pihak KUA Kecamatan Kedungkandang sebagai dasar sah pelaporan ikrar wakaf Dampak Nyata bagi Masyarakat dan Pengelola Wakaf Kolaborasi ini tidak hanya menjamin landasan hukum yang kuat bagi tanah wakaf, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengelola wakaf (nazhir) akan pentingnya pencatatan legal. Proses yang lebih tertata dan transparan seperti ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola aset wakaf, meminimalkan risiko sengketa, dan memastikan aset tersebut benar-benar digunakan sesuai amanah wakif. Kolaborasi PMM UMM, BPN Kota Malang, dan KUA Kedungkandang dalam percepatan sertifikasi wakaf merupakan bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menemukan solusi atas persoalan riil di masyarakat. Melalui pengabdian semacam ini, mahasiswa tidak hanya belajar melalui praktik lapangan, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan aset umat, sekaligus memperkuat jembatan antara komunitas, lembaga agama, dan pemerintah. (Humas Ekos/NS)