Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Fasilitasi Puluhan UMKM Bendosari Dapatkan NIB & Sertifikat Halal

Malang, 21 Agustus 2025 – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) sukses memfasilitasi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Dadapan Wetan, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal. Kegiatan ini dipimpin oleh Parizal Wadi bersama tim yang terdiri dari Adien Savina Edyana (Humas), Khansa Daimatul Minan (Sekretaris), Muhammad Supriandi (Bendahara), serta Nabilah Nur Shahada Rahman (PDD), dengan bimbingan dosen pendamping lapangan, Tutu April Ariani, SKp., M.Kes., Ph.D. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melalui pendampingan Bagus Pranata sebagai P3H (Pendamping Proses Produk Halal). Tim melakukan survei dan pendampingan langsung kepada sepuluh UMKM untuk pengajuan sertifikasi halal dan penerbitan NIB dengan skema self declare. Sejak 14 Agustus 2025, seluruh UMKM binaan telah berhasil memperoleh NIB, sementara proses sertifikat halal diperkirakan rampung dalam tiga bulan mendatang. Program ini tidak hanya membantu UMKM meningkatkan legalitas dan daya saing produk, tetapi juga menumbuhkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya sertifikasi halal bagi keberlangsungan bisnis. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran nyata dalam mengasah kemampuan sosial, komunikasi, dan kepemimpinan. (Humas Ekos/NS)

Mahasiswi Ekonomi Syariah UMM, Mugirahayu Ratnainsu, Torehkan Prestasi Sebagai Finalis Putri Hijab Jawa Timur 2025

Malang, 21 Juli 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Mugirahayu Ratnainsu, mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mahasiswi yang akrab disapa Ayu ini berhasil masuk sebagai finalis dalam ajang bergengsi Putri Hijab Jawa Timur 2025 yang digelar pada akhir Juni lalu. Tak hanya aktif dalam kegiatan non-akademik, Ayu juga merupakan sosok inspiratif yang dikenal memiliki prestasi akademik gemilang. Ia sebelumnya terpilih sebagai Duta Fakultas Agama Islam (FAI) UMM 2024, menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan potensi diri baik di tingkat kampus hingga regional. Dalam ajang Putri Hijab Jatim, Ayu membawa visi keislaman dan intelektualitas sebagai ciri khas mahasiswi Ekonomi Syariah UMM. Ajang ini tidak hanya menilai kecantikan luar, namun juga mengedepankan wawasan keislaman, public speaking, dan kontribusi sosial terhadap masyarakat. Ayu menyampaikan rasa syukur atas dukungan lingkungan akademik Ekos UMM yang mendorong mahasiswa untuk tumbuh dan berkembang melalui berbagai program unggulan, seperti Center for Future Works (CFW) yang fokus pada digital marketing, fintech syariah, dan manajemen filantropi Islam. “Saya bersyukur dapat belajar di tempat yang mendukung seluruh potensi mahasiswanya,” ujar Ayu. Keikutsertaan Ayu di ajang Putri Hijab Jatim 2025 juga menjadi pengalaman berharga yang memperluas relasi serta memperkuat kepercayaan diri sebagai duta muslimah berdaya dan berprestasi. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Ayu menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat. (Humas Ekos/NS)      

Tim Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Raih Juara 2 Business Model Canvas di Divakara Expo 2025 Lewat Produk Inovatif Cibom

Malang, 2 Juli 2025 – Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (Ekos UMM) dalam dunia kewirausahaan. Tim mahasiswa yang terdiri dari Najwa Syahida Nahumarury, Adien Savina Edyana, dan Eisya Lathifatul Ilmiah, sukses meraih Juara 2 Lomba Business Model Canvas pada ajang Divakara Expo 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) PT Universitas Muhammadiyah Malang. Ketiganya merupakan mahasiswa semester empat yang aktif mengikuti kegiatan akademik dan non-akademik di lingkup Prodi Ekonomi Syariah. Dalam ajang tersebut, tim Ekos UMM mengangkat ide bisnis berbasis makanan ringan inovatif yang diberi nama Cibom — singkatan dari Cireng Bom. Produk ini merupakan pengembangan dari makanan tradisional cireng yang dikombinasikan dengan isian keju dan sambal bawang khas, menciptakan cita rasa gurih-pedas yang kekinian dan digemari anak muda. Menurut keterangan Najwa Syahida Nahumarury selaku perwakilan tim, ide Cibom berawal dari tugas mata kuliah Kewirausahaan (KWU) yang kemudian mereka kembangkan dalam bentuk proposal bisnis dan dipresentasikan dalam format Business Model Canvas di ajang expo. “Mata kuliah kewirausahaan ini sangat aplikatif, kami belajar merancang ide bisnis dari nol, lalu menyusunnya menjadi strategi bisnis yang layak untuk dijalankan. Bahkan kami sampai membuat produk secara nyata dan menjualnya ke masyarakat,” ujar Najwa. Divakara Expo 2025 sendiri merupakan ajang kompetisi dan pameran yang mengusung tema Digitalisasi dan Dinamika Nilai Rupiah. Ajang ini menjadi wadah kreativitas mahasiswa dalam membangun model bisnis yang inovatif, kompetitif, dan berdampak sosial. Dengan penghargaan ini, tim Ekos UMM tidak hanya membawa pulang hadiah senilai Rp 1.500.000, tetapi juga mengharumkan nama Prodi Ekonomi Syariah UMM di kancah wirausaha mahasiswa tingkat universitas. Capaian ini membuktikan bahwa pembelajaran di kelas mampu melahirkan output nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini. (Humas Ekos/NS)

Azra Alumni Ekonomi Syariah UMM yang Sukses Berkarier sebagai Praktisi Perbankan Syariah di BSI

Malang, 23 Juni 2025 – Dunia perbankan syariah kembali menghadirkan sosok inspiratif dari kalangan alumni perguruan tinggi. Muhammad Azra Guardiola Elyanto, SE, alumnus Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (Ekos UMM), saat ini sukses meniti karier profesional di Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Balikpapan. Azra dipercaya mengisi posisi strategis di bagian ACFS (Area Consumer Financing Staff), sebuah peran penting yang berkaitan dengan pembiayaan finansial untuk masyarakat luas. Dalam wawancara singkatnya, Azra mengungkapkan bahwa kariernya di dunia perbankan sangat erat kaitannya dengan ilmu-ilmu yang ia peroleh selama kuliah di Prodi Ekonomi Syariah UMM. Menurutnya, mata kuliah seperti manajemen keuangan syariah, fikih muamalah, dan lembaga keuangan syariah sangat relevan dan aplikatif dalam pekerjaannya saat ini. “Setiap mata kuliah yang saya tempuh di Ekonomi Syariah UMM benar-benar terasa manfaatnya ketika saya memasuki dunia kerja. Banyak dosen yang bukan hanya mengajar teori, tapi juga memberikan pengalaman praktis dan motivasi yang sangat membantu,” ujar Azra. Azra juga mengapresiasi sistem pembelajaran di Ekonomi Syariah UMM yang sangat mendukung pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa. Melalui berbagai praktik dan pelatihan yang terstruktur, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga soft skills seperti public speaking, problem solving, dan leadership. Tak hanya itu, Prodi Ekonomi Syariah UMM juga membekali mahasiswanya dengan program unggulan seperti CFW (Center for Future Work) yang terintegrasi dengan digital marketing, industri halal, perencanaan keuangan syariah, hingga filantropi Islam. “Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari Ekos UMM. Selain mendapatkan ilmu yang aplikatif, saya juga dibentuk untuk siap bersaing dan mengabdi di industri perbankan syariah yang terus berkembang,” tutupnya. Keberhasilan Azra menjadi bukti nyata bahwa lulusan Ekonomi Syariah tidak hanya relevan di sektor keuangan syariah, tetapi juga mampu bersaing secara profesional di berbagai lembaga keuangan nasional. Semangat Azra diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus berkarya dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakar. (Humas Ekos/NS)

Fikri Mauludi: Dari Alumni Ekonomi Syariah UMM Menjadi Entertainer Andal di BUMD Jakarta Tourisindo

 Malang, 22 Juni 2025 – Dunia kerja terbuka lebar bagi alumni Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (Ekos UMM). Tak hanya di sektor keuangan syariah, para lulusan juga mampu menapaki karier di dunia kreatif dan perhotelan. Salah satu buktinya adalah Fikri Mauludi Ihsan, SE., alumni Ekos UMM yang kini meniti karier di bidang hospitality dan event organizer milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta. Fikri saat ini bekerja di PT Jakarta Tourisindo (JXB) sebagai Event Organizer. BUMD ini bergerak di bidang hospitality dan memiliki sejumlah properti seperti hotel dan fasilitas olahraga. Namun, peran Fikri lebih banyak di bidang promosi pariwisata, khususnya dalam penyelenggaraan event berskala nasional. “Awalnya saya kuliah di bidang ekonomi syariah dan sekarang rezekinya di entertainment. Secara akademik memang tidak langsung berkaitan, tapi saya banyak mengaplikasikan ilmu manajemen sumber daya manusia dan komunikasi publik yang saya pelajari di kampus,” ujar Fikri. Fikri menjelaskan bahwa tugas utamanya sebagai entertainer dalam penyelenggaraan berbagai acara nasional menuntutnya untuk memiliki kemampuan public speaking, manajemen SDM, hingga kemampuan branding dan marketing. Semua itu menjadi bekal penting yang membantunya menjalankan peran dengan optimal. “Ilmu komunikasi publik yang dulu saya anggap pelengkap, justru sekarang sangat saya butuhkan untuk menyampaikan program kepada klien atau masyarakat,” tambahnya. Sebagai lulusan dari Prodi Ekonomi Syariah, Fikri membuktikan bahwa karier tidak melulu linier. Ia menunjukkan bahwa lulusan Ekos UMM mampu bersaing di berbagai sektor, termasuk industri kreatif. Fikri juga pernah aktif sebagai mahasiswa yang sering mengikuti kegiatan organisasi dan kompetisi, yang menjadi bekal penting dalam kariernya saat ini. “Ilmu dari Ekonomi Syariah sangat aplikatif. Tidak hanya tentang muamalah dan keuangan Islam, tetapi juga tentang bagaimana menjadi profesional yang jujur, komunikatif, dan beretika dalam bekerja,” tutup Fikri. (Humas Ekos/NS)

Diskusi Panel Ekonomi Syariah UMM Kupas Pemikiran Ekonomi Terkini Lewat Bedah Buku Mahasiswa dan Dosen

Malang, 3 Juni 2025 – Dalam rangka memperkuat literasi akademik dan pemikiran kritis di bidang Ekonomi Syariah, Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (Ekos UMM) sukses menyelenggarakan Diskusi Panel Bidang Ekonomi Syariah pada Selasa, 3 Juni 2025 bertempat di Aula GKB IV Lt. 6. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini menghadirkan para akademisi dan mahasiswa sebagai pemateri dalam sesi bedah buku yang mengupas berbagai tema strategis seputar ekonomi Islam kontemporer. Acara ini wajib diikuti oleh mahasiswa angkatan 2022, 2023, dan 2024 sebagai bagian dari penguatan literasi akademik di lingkungan Ekos UMM. Pemateri dan Materi Diskusi: Sesi 1 – Pembedah BukuProf. Dr. Raditya Sukmana, M.A., Ph.D.(Guru Besar Ilmu Ekonomi Islam & Ketua Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Islam, Universitas Airlangga)Membuka sesi dengan pembedahan buku dari perspektif akademisi senior, memberikan wawasan tentang tren dan isu ekonomi syariah global. Sesi 2 – Bedah Buku oleh Penulis Dosen: Dr. Muslikhati, S.E., M.E.Strategi Peningkatan Ekspor Industri Manufaktur di Indonesia: Sebuah Tinjauan Analitis Dr. Rahmad Hakim, S.H.I., M.E.Religiositas, Ekonomi Syariah dan Kedermawanan Fitrian Apriliansto, S.E., M.E.Ekonomi Moneter Sesi 3 – Bedah Buku oleh Penulis Mahasiswa: Abiyyu Satrio Pranoto Ari Andresra Andi AzizahDengan karya kolaboratif mereka: Mudharabah Menurut Empat Mazhab, yang mengangkat studi komparatif fikih dalam praktik ekonomi Islam. Acara ini dimoderatori oleh Rahmi Amalia, S.E.I., M.A., salah satu dosen Prodi Ekonomi Syariah UMM, yang mengarahkan diskusi berjalan interaktif, dinamis, dan menciptakan ruang reflektif bagi mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Prodi Ekonomi Syariah UMM dalam mencetak akademisi dan praktisi yang tidak hanya memahami teori, namun juga aktif berkontribusi dalam wacana ilmiah yang membangun peradaban ekonomi Islam di Indonesia. (Humas Ekos/NS)

Prodi Ekonomi Syariah UMM Lakukan Wawancara Calon Mahasiswa Internasional dalam Program sUMMIt 2025

Malang – 27 Mei 2025 Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaring mahasiswa internasional melalui program unggulan sUMMIt 2025: UMM Scholarship for International Students. Dalam rangkaian kegiatan seleksi, Ketua Prodi Ekonomi Syariah, Dr. Rahmad Hakim, S.H.I., M.MA, bersama tim seleksi penerimaan mahasiswa baru, melaksanakan wawancara terhadap calon mahasiswa internasional dari berbagai negara. Para peserta yang mengikuti proses wawancara berasal dari Nigeria, Afghanistan, Bangladesh, dan Filipina. Mereka merupakan bagian dari pelajar internasional yang tertarik untuk melanjutkan studi di Prodi Ekonomi Syariah UMM melalui skema beasiswa sUMMIt 2025, yang didesain untuk memperluas jejaring global dan memperkuat kontribusi UMM dalam pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam dan keilmuan global. Dr. Rahmad Hakim menjelaskan bahwa proses seleksi tidak hanya menilai kemampuan akademik dan motivasi belajar para calon mahasiswa, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial di Indonesia, khususnya di UMM. “Kami berharap, melalui sUMMIt 2025, Prodi Ekonomi Syariah UMM bisa menjadi rumah kedua bagi para pelajar internasional untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi Islam di kancah global,” ujar Dr. Rahmad Hakim. Kegiatan wawancara ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Ekonomi Syariah UMM dalam mendukung internasionalisasi kampus serta memperkuat posisi UMM sebagai universitas berkelas dunia yang inklusif dan transnasional. Program sUMMIt 2025 ini diharapkan dapat menjaring mahasiswa-mahasiswa terbaik dari berbagai penjuru dunia dan menjadi pionir dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis multikulturalisme dan kolaborasi lintas negara. Dengan keberlanjutan program ini, Prodi Ekonomi Syariah berharap bisa mencetak lulusan internasional yang mampu menjadi duta ekonomi Islam di negara masing-masing, sekaligus menjadikan UMM sebagai rujukan utama pendidikan tinggi ekonomi syariah bertaraf global. (Humas Ekos/NS)

Guest Lecture “Transformasi Bisnis Digital: Inovasi dan Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0”

Malang, 19 Mei 2025 – Dalam menghadapi derasnya arus perkembangan teknologi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis kembali menghadirkan sebuah kegiatan inspiratif melalui Guest Lecture bertema “Transformasi Bisnis Digital: Inovasi dan Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0”. Acara ini sukses diselenggarakan, dengan menghadirkan pembicara kompeten di bidangnya, Tri Turturi Farah Meswari, MBA, seorang praktisi sekaligus akademisi yang telah lama berkecimpung dalam dunia bisnis digital. Dalam pemaparannya, Tri Turturi Farah Meswari membahas bagaimana revolusi industri 4.0 telah mengubah lanskap bisnis secara signifikan, mulai dari sistem produksi, distribusi, hingga cara perusahaan berinteraksi dengan konsumennya. Beliau menekankan pentingnya inovasi digital sebagai kunci untuk bertahan dan tumbuh di tengah era disrupsi ini. “Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak bagi pelaku usaha di era ini,” ungkapnya dengan tegas. Ia juga membagikan berbagai studi kasus nyata, mulai dari transformasi e-commerce, penggunaan big data, artificial intelligence, hingga tantangan dalam mengelola keamanan siber dan SDM digital. Contoh perusahaan Starbucks  yang memiliki AI yang bisa disebut DeepBrew – Sistem AI Internal Starbucks. Salah satu mahasiswa yang bernama Athar Didan juga menanggapi terkait hal ini yaitu “Ini sebuah inovasi baru yang untuk di era Digital Business Transformation” ujarnya. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pelaku industri menyambut antusias sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Diskusi hangat berlangsung mengenai strategi menghadapi tantangan teknologi dan bagaimana membangun model bisnis yang adaptif dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan dan mendorong semangat inovatif mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja, sekaligus membekali mereka dengan perspektif baru dalam menghadapi era industri 4.0. Dengan terselenggaranya acara ini, Fakultas Ekonomi Syariah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dan berdampak, guna mencetak generasi profesional yang adaptif, kreatif, dan siap bersaing secara global. (Humas Ekos/NS)

Mahasiswi Ekonomi Syariah UMM Raih Predikat Magna Cumlaude dan Terbaik FAI

Malang, 19 Mei 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Alyani Nisa Febriyanti, SE, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) berhasil meraih predikat Magna Cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95. Atas pencapaian akademik yang luar biasa ini, Alyani dinobatkan sebagai lulusan terbaik ketiga se-FAI UMM dalam prosesi yudisium yang digelar secara khidmat. Predikat ini menjadi bukti dedikasi, kerja keras, dan konsistensi Alyani dalam menempuh studi selama berada di bangku kuliah. Selama menempuh pendidikan di Ekonomi Syariah FAI UMM, Alyani dikenal sebagai sosok mahasiswa yang aktif, disiplin, dan memiliki semangat belajar tinggi. Ia tidak hanya menunjukkan keunggulan di bidang akademik, namun juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan diri, yang semakin memperkaya kompetensinya sebagai lulusan Ekonomi Syariah yang siap berkontribusi di masyarakat. “Alhamdulillah, ini semua adalah hasil dari doa orang tua, bimbingan para dosen, dan usaha yang terus-menerus,” ujar Alyani dengan penuh rasa syukur. Ia juga berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berjuang dan tidak mudah menyerah dalam proses pendidikan. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Semangat Alyani sejalan dengan visi Prodi Ekonomi Syariah FAI UMM dalam mencetak lulusan unggul, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Dengan predikat Magna Cumlaude dan posisi sebagai lulusan terbaik tiga besar, Alyani Nisa Febriyanti membuktikan bahwa mahasiswa Ekonomi Syariah mampu bersaing dan berkontribusi dalam dunia akademik serta membawa harum nama institusi. (Humas Ekos/NS).

Kuliah Umum Internasional “Transformative Islamic Finance as Catalyst for Growth”

Malang, 2 Mei 2025 – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru-baru ini menggelar Kuliah Umum Internasional bertema”Transformative Islamic Finance as Catalyst for Growth”. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan akademisi, praktisi, dan mahasiswa yang antusias untuk mendalami peran keuangan Islam dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sambutan hangat dibuka oleh Rektor UMM, Prof. Dr. H. Nazaruddin Malik, SE., M.Si, yang menekankan pentingnya inovasi dalam keuangan Islam untuk menghadapi tantangan global saat ini. Beliau menyatakan bahwa keuangan Islam tidak hanya berfungsi sebagai alternatif, tetapi juga sebagai pendorong utama dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Acara ini semakin menarik dengan kehadiran keynote speaker, Prof. Mehmet Asutay, seorang ahli dalam bidang Ekonomi Politik dan Keuangan Islam dari Durham University, Inggris. Dalam presentasinya, Prof. Asutay menjelaskan bagaimana keuangan Islam dapat bertransformasi menjadi alat yang efektif untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi, serta memberikan solusi terhadap masalah ketidakadilan sosial dan ekonomi. Pembicara pembuka, Bapak Banjaran Surya Indrastomo, Chief Economist Bank Syariah Indonesia, Tbk, juga memberikan pandangannya mengenai potensi keuangan syariah di Indonesia. Beliau menekankan bahwa dengan pendekatan yang tepat, keuangan syariah dapat menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional. Sesi tanya jawab menjadi momen yang dinanti-nanti, di mana Abiyyu, seorang mahasiswa dari program studi Ekonomi Syariah, berani mengajukan pertanyaan kritis mengenai tantangan yang dihadapi oleh industri keuangan Islam saat ini. Pertanyaannya mendapatkan respon positif dari para pembicara, yang menyoroti pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi untuk mengatasi tantangan tersebut. Kuliah umum ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menginspirasi para peserta untuk lebih aktif berkontribusi dalam pengembangan keuangan Islam sebagai salah satu solusi untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan keuangan Islam dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Humas Ekos/NS)