
Malang, 19 November 2025- Menyadari tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis, Program Studi Ekonomi Syariah (Prodi Ekos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas kerjasama kemitraan dengan berbagai lembaga keuangan, industri halal, perusahaan, serta pelaku usaha guna meningkatkan keterserapan kerja lulusan sekaligus mendorong lahirnya entrepreneur muda berbasis nilai-nilai syariah.
Kerjasama ini merupakan bagian dari implementasi program unggulan Center for Future Works (CFW) yang dikembangkan Prodi Ekos UMM. Melalui CFW, mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diarahkan untuk memahami praktik nyata dunia kerja, beradaptasi dengan teknologi digital, dan mengembangkan kemampuan wirausaha sejak dini.
“Kerjasama dengan mitra industri bukan hanya tentang membuka peluang magang, tetapi juga tentang menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berinovasi, dan berkolaborasi langsung dengan pelaku usaha,” ujar salah satu dosen pembimbing Prodi Ekos UMM.
Menurutnya, langkah ini penting agar mahasiswa Ekonomi Syariah memiliki keunggulan kompetitif — tidak hanya di sektor keuangan syariah, tetapi juga dalam bidang kewirausahaan, industri halal, dan filantropi Islam. “Kami ingin lulusan kami bukan hanya siap kerja, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.
Selain memperluas kerjasama dengan dunia industri, Prodi Ekos UMM juga rutin mengadakan seminar kewirausahaan, pelatihan bisnis, serta workshop digital marketing yang melibatkan praktisi profesional dan alumni sukses. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan, memperluas jaringan, dan membangun mental entrepreneur.
Salah satu mahasiswa Prodi Ekos UMM mengungkapkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis mitra sangat membantu dalam memahami realitas kerja. “Saya mendapat kesempatan magang di lembaga keuangan syariah dan bisa langsung menerapkan ilmu akuntansi, aplikom, dan manajemen keuangan yang dipelajari di kampus. Pengalaman itu membuat saya lebih percaya diri dan paham apa yang dibutuhkan dunia kerja,” ujarnya.

Langkah proaktif ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak fakultas dan universitas. Mereka menilai penguatan hubungan antara kampus dan industri merupakan bentuk konkret penerapan konsep link and match, di mana kurikulum akademik disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja modern.
Selain meningkatkan keterserapan kerja, Prodi Ekos UMM juga menaruh perhatian besar pada pembentukan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Melalui bimbingan dosen dan mentoring bisnis, mahasiswa didorong untuk menciptakan ide usaha yang inovatif dan sesuai prinsip syariah. Beberapa di antaranya bahkan telah berhasil mengembangkan usaha di bidang kuliner halal, produk kreatif Islami, hingga konsultasi keuangan berbasis syariah.
Program kemitraan ini juga memperluas peluang mahasiswa untuk mendapatkan akses pendanaan, pelatihan manajemen usaha, dan pendampingan pengembangan bisnis dari mitra eksternal. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori ekonomi Islam, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kegiatan ekonomi riil.
“Visi kami adalah mencetak generasi muda yang berkarakter islami, profesional, dan berjiwa entrepreneur. Melalui kolaborasi yang kuat antara kampus, dunia industri, dan masyarakat, kami yakin mahasiswa Ekonomi Syariah UMM dapat menjadi pelaku ekonomi yang berintegritas dan berdaya saing global,” jelas pihak Prodi Ekos UMM.
Upaya kolaboratif ini menjadi bukti komitmen Prodi Ekonomi Syariah UMM dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui kombinasi antara penguatan akademik, kemitraan industri, dan pembinaan wirausaha, UMM terus berperan aktif dalam mencetak lulusan yang siap kerja, siap usaha, dan siap berkontribusi dalam membangun ekonomi syariah yang berkelanjutan. (Humas Ekos/NS)