Siapa Sih Syahrul? Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Penuh Prestasi

Muhammad Syahrul S.R., Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2022. Banyak Prestasi yang telah ia dapatkan, yuk simak lebih lanjut perjalanan syahrul menjadi mahasiswa berprestasi pada link di bawah ini. (ANM)   Link: Klik Disini

Lulusan Prodi Ekonomi Syariah UMM Saat Ini Menjadi Dosen sekaligus Kaprodi Ekonomi Syariah STIE Al-Furqon Prabumulih Sumatra Selatan

Ernawati menjadi dosen STIE Al-Furqon: “Merasakan banyak manfaat dari proses studi di kampus UMM. Ada banyak matakuliah yang samai saat ini membantu dirinya bekerja sebagai dosen. Seperti matakuliah Ayat hadist, Ekonomi Makro dan Mikro, Ekonomi Islam, statistika, Fiqh Muammalah, Fiqh Ibadah dan banyak lagi. Ada juga momen penting semasa kuliah di Prodi Ekos UMM. Bercerita saat semester akhir sempat merasa bingung memutuskan untuk melanjutkanstudi atau bekerja. Namun, berkat dukungan dosen Prodi ekos UMM membuatnya berani melanjutkan studi.dirinya berterima kasih terutama kepada kaprodi Ekos UMM, Ustadz Dr. Rahmad Hakim, M.MA., yang selalu memotivasi dan memberikan konsultasi selama menempuh pendidikan S2, Jelas Ernawati. Yuk Simak perjalanan Ernawati menjadi dosen pada link di bawah ini. (ANM) Link: Klik Disini  

Umumkan Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Secomp Yang Diikuti Peserta Dari SMA Sederajat

Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan acara Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diikuti peserta tingkat SMA Sederajat berasal dari Kota Malang, Bali dan Pamengkasan. Semoga dengan diadakannya lomba ini dapat meningkatkan kualitas dan daya tarik siswa/siswi dalam hal menulis karya ilmiah. Info lebih lanjut dapat diakses pada link di bawah ini.(ANM)   Link: Klik Disini

Duta Literasi Ekonomi Syariah FoSSEI Nasional, Syahrul Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM

Muhammad Syahrul S.R., mahasiswa Ekonomi Syari’ah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil terpilih menjadi Duta Literasi Ekonomi Syari’ah FoSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam) Nasional. Duta Literasi Ekonomi Syari’ah merupakan kader FoSSEI yang bertugas menjadi fasilitator/pemateri kajian ekonomi syari’ah di beberapa KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) di seluruh Indonesia untuk membumikan ekonomi syari’ah. Program ini diadakan oleh FoSSEI sebagai upaya menghidupkan kegiatan kajian agar tercipta di berbagai KSEI. Hal ini selaras dengan nilai dakwah dan ilmiah yang diemban oleh FoSSEI. Proses seleksi program ini dilaksanakan secara online. Proses seleksi terdiri dari selesi administrasi, seleksi tertulis, wawancara, pengumuman duta terpilih dan pengumuman duta terpilih. Benefit yang di dapat dari program ini antara lain pengalaman menjadi pemateri kajian, pelatihan soft skill, sertifikat. Dana projek, jejaringan nasional, dan surat rekomendasi. Seluruh Duta Literasi Ekonomi Syari’ah nantinya akan disebar untuk menjangkau 256 KSEI di seluruh Indonesia. (ANM) Link: Klik Disini

LPK EBIS (Lembaga Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam): Sinergi dan Kolaborasi menjadi Solusi untuk Masa Depan Industri BPR Syariah

  Dalam rangka mendukung perkembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang perbankan syariah dan ekonomi syariah, Lembaga Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam (LPK EBIS) pada tanggal 29 Februari 2024 menggelar acara sharing session yang bertujuan untuk menggagas Program Magang Kerja 2 Semester bagi Mahasiswa program studi perbankan syariah dan ekonomi syariah, serta siswa Sekolah Menengah Kejuruan dan Umum (SMK/SMU) di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Sebagai Pembicara dalam Acara tersebut antara lain: Bapak Agus Mulyana SE, yangmerupakan Ketua Kompartemen BPRS ASBISINDO DPW JATIM PLUS dan juga merupakan Wakil Ketua LPK EBIS, Bapak Sanusi Anwar, SE, ME merupakan Pembina Bidang Kerjasama Kelembagaan dan Kolaborasi Akademisi dan Praktisi LKS. Acara tersebut diarahkan oleh Ibu Rahmi Amalia S.E.I., M.A. dan Afifah Nur Millatina, S.E., M.SEI yang merupakan Dosen Universitas Muhammadiyah Malang. Acara tersebut dihadiri oleh 45 para Kaprodi, Dosen dari berbagai PTS/PTN dan Kepala Sekolah SMK/ SMU. Dalam sambutannya, Dr. Masruchin SHI, MEI, Ketua LPK EBIS, mengapresiasi Kompartemen BPRS ASBISINDO atas kolaborasi yang telah terjalin. Ia berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak yang terlibat. Dalam dunia yang terus berkembang dan kompetitif, kebutuhan akan tenaga kerja berkualitas dan berintegritas sangatlah penting. Program magang ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi para mahasiswa dan siswa SMK/SMA untuk mendapatkan pengalaman langsung, memperluas jaringan, serta mengasah keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi profesional yang kompeten di bidang perbankan syariah. Acara sharing session ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi terciptanya kerjasama yang berkelanjutan dalam pengembangan SDM di bidang perbankan syariah, sehingga dapat turut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Pemaparan dari Bapak Agus Mulyana SE, Ketua Kompartemen menguraikan tantangan dan langkah-langkah strategis yang perlu diambil oleh industri Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) menghadapi perubahan zaman dan tuntutan pasar. Menurut beliau, BPRS, yang diatur oleh UU Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah serta UU Nomor 4 tahun 2023 tentang P2SK, memiliki peran vital dalam perekonomian dengan menyediakan produk-produk keuangan yang berbasis syariah. Namun, ada beberapa tantangan yang harus dipecahkan, termasuk identitas lembaga, permodalan, sumber daya manusia, digitalisasi, dan struktur organisasi. “Kami percaya bahwa sinergi dan kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan ini,” ujar Bapak Agus Mulyana. “Melalui kolaborasi dengan pihak-pihak eksternal, seperti institusi keuangan syariah lainnya, pesantren, kampus, dan koperasi syariah, kami dapat memperkuat identitas dan permodalan BPRS.” Lebih lanjut, Bapak Agus Mulyana menyoroti pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas dalam industri ini. “Kami akan meningkatkan kualitas SDM melalui program magang dan pelatihan, sehingga dapat menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas dan siap bersaing dalam industri perbankan syariah.” Selain itu, dalam hal digitalisasi, Bapak Agus Mulyana menekankan pentingnya kerjasama dengan penyedia infrastruktur jaringan layaknya yang dimiliki oleh BUS dan UUS untuk mengembangkan produk dan layanan digital yang lebih baik. Pada bagian akhir presentasinya, Bapak Agus Mulyana juga menyinggung pentingnya meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda, serta memberikan kesempatan bagi individu yang berprestasi untuk mendapatkan posisi yang layak dalam industri BPRS. Dengan demikian, sinergi dan kolaborasi diharapkan dapat membawa industri BPRS menuju masa depan yang lebih cerah, yang diwarnai oleh inovasi, pertumbuhan, dan inklusi keuangan yang lebih baik. Selain itu, dalam konteks pendidikan, Bapak Agus Mulyana juga menyoroti gap antara kebutuhan job specification dengan lulusan serta pentingnya literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda. “Dengan adanya program Kurikulum Merdeka Belajar, kami berharap dapat mempersiapkan mental calon pekerja untuk bersaing di dunia industri, dengan memberikan pengalaman praktis melalui program magang,” ujarnya. Dengan demikian, diharapkan bahwa melalui upaya-upaya ini, generasi muda dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi bagian yang kontributif dalam memajukan industri perbankan syariah di masa depan. Pada Sesi yang dibawakan oleh Bapak Sanusi, SE, ME menyampaikan; Sebagai sebuah upaya untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap bersaing di era globalisasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) telah meluncurkan kebijakan “Merdeka Belajar”, khususnya untuk pendidikan tinggi, dengan inisiatif berjudul “Kampus Merdeka”. Salah satu aspek penting dari inisiatif ini adalah peluncuran program magang kerja yang bertujuan untuk membuka pintu interaksi dan kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Dalam konteks ini, Kompartemen BPRS Asbisindo Jatim Plus turut berperan dengan menawarkan kerjasama magang kerja kepada perguruan tinggi. Program magang ini ditujukan bagi mahasiswa selama dua semester, pada semester tujuh dan delapan, dengan fokus utama pada bidang marketing serta pembelajaran di berbagai departemen lainnya. Tujuan dari program magang kerja ini sangatlah jelas. Selain membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran di usia produktif, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi dan keterampilan lulusan sarjana, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja, terutama di lembaga keuangan syariah. “Pendekatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dunia pendidikan, industri, dan lembaga keuangan syariah itu sendiri,” ujar Bapak Sanusi SE, ME, yang menjadi juru bicara dari Kompartemen BPRS Asbisindo Jatim Plus. “Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menciptakan sumber daya manusia yang siap kerja dan terampil, serta memperkuat identitas dan produk-produk lembaga keuangan syariah di mata masyarakat.” Tidak hanya itu, program magang kerja ini juga memberikan manfaat yang signifikan bagi semua pihak yang terlibat. Perguruan tinggi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mendapatkan nilai tambah serta promosi untuk program studi mereka. Sementara itu, lembaga keuangan syariah dapat memperluas jaringan mereka, mempromosikan produk-produk mereka, dan mendapatkan dukungan tenaga serta proses pemasaran melalui magang kerja ini. Namun, untuk menjalankan program ini dengan lancar, perlu ada peran serta aktif dari semua pihak terkait. Mulai dari perguruan tinggi yang harus melakukan kerjasama dengan mitra dunia usaha dan industri, hingga lembaga keuangan syariah yang bertanggung jawab menyediakan sarana dan prasarana serta memberikan bimbingan kepada peserta magang. “Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pendidikan dan industri, kita dapat menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan ekonomi dan sosial,” tambah Bapak Sanusi. Demikianlah upaya bersama untuk memperbarui dan mempersiapkan SDM unggul melalui program magang kerja ini, yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi semua pihak serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (MSR)

ALYA, LULUS 3,5 TAHUN DAN MENJADI MAHASISWA LULUSAN TERBAIK DI FAI UMM

Sebuah kebanggan bagi Prodi ekonomi Syariah UMM, Alya Rufaidah, SE., menjadi lulusan terbaik di Fakultas Agama Islam (FAI) UMM pada Yudisium Periode I Tahun 2024 yang dilaksanakan hari Rabu, 20 Februari 2024. Alya menempuh studi S1 hanya dngan 3,5 tahun melalui jalur reguler yaitu skripsi. Penulisan skripsi Alya mengangkat judul “Pengaruh Kompensasi, Motivasi Kerja dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Syariah Indonesia (Studi Pada Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Pembantu Jakarta Klender)”.  Saat ini lulus S1 dengan 3,5 tahun tidak hanyalah angan-angan saja, akan tetapi dapat dicapai bagi semua kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa prodi ekonomi syariah UMM. Disampaikan secara langsung oleh Alya, merasa bersyukur atas pencapaiannya selama kuliah hingga saat ini. “Tentu merasa sangat bersyukur, semoga dengan ini bisa menjadi awal baik bagi saya dan tentunya yang lainnya untuk selalu bersemangat mencapai hasil yang terbaik.” Ujar Alya. Alya menceritakan bagaimana dirinya dinobatkan menjadi lulusan terbaik di periode 1 Fakultas Agama Islam (FAI) UMM Tahun 2024. alya saat ini lulus dengan IPK hampir sempurna yaitu 39,5. Tidak hanya itu alya juga menempuh masa studinya selama 3,5 tahun saja. Hal ini dapat diraihnya dengan keinginan yang kuat dan manajemen yang bagus. Alya berkomitmen untuk bisa lulus dengan cepat. Pada saat penelitian skripisinya buntu Alya mengaku segera meminta bimbingan kepada dosen pendampingnya (Bapak Fitrian Aprilianto, S.E., M.E. dan Sri Cahyaning Umi Salama, M.Si). Selain itu Alya juga selalu rajin melakukan bimbingan sesuai jadwal yang telah disepakati. “Fokus saja pada apa yang sedang dihadapi, jangan mudah menyerah, dan tentunya rajin bimbingan skripsi.” Ujar Alya mahasiswa Ekos angkatan 2020. Sebagai tambahan, Alya juga menyebutkan setelah lulus ini dirinya akan fokus untuk mencari pengalaman kerja. Beberapa perusahaan sudah ada yang diincarnya. Ditambah dirinya juga sedang memperjuangkan studi lanjutnya (S2) dengan beasiswa sebagai alternatif lain. (ANM)  

MEMANTAPKAN VISI INTERNASIONALISASI, PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH MELAKUKAN LOKAKARYA VISI MISI DAN PROFIL LULUSAN

Kamis, 15 Februari 2024. Program Studi Ekonomi Syariah bersama UPPS Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang, menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Evaluasi & Pemutakhiran Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran (VMTS) Program Studi di Lingkungan Fakultas Agama Islam UMM. Berlokasi di ruang Micro Teaching (MT) FAI UMM, kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan Fakultas, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Kepala Laboratorium, dan seluruh dosen program studi ekonomi syariah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memutakhirkan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran (VMTS), baik secara kelembagaan maupun secara keilmuan Program Studi Ekonomi Syariah yang diharapkan mampu bersinergi dengan kebutuhan dunia kerja dan akademis. Fokus evaluasi dan pemutakhiran VMTS terletak pada visi keilmuan program studi Ekonomi Syariah. Selain itu, Program Studi juga melakukan evaluasi terkait dengan Profil Lulusan. Dalam sambutannya, Dekan FAI UMM Dr. Khozin, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan serupa sebenarnya telah ada sejak 2021 lalu, sehingga kesempatan lokakarya kali ini bersifat pemantapan dan finalisasi atas rancangan yang telah disusun. “Saya berharap ada prosprectus masing-masing program studi untuk menggambarkan profil lulusan yang ingin dirancang. Agenda kegiatan ini untuk membahas tiga hal, yakni speed, fleksibilitas, dan integrasi keilmuan “, ungkap beliau. Dalam agenda ini dirumuskan beberapa hal, yaitu: bahwa visi program studi ekonomi syariah secara kelembagaan adalah “Menjadi program studi terkemuka tingkat Internasional tahun 2030 dalam pengembangan ilmu ekonomi berdasarkan nilai-nilai Islam.”. Sedangkan visi secara keilmuan adalah “Mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran bidang ilmu ekonomi berbasis pada Islamic commercial and social finance dan pemenuhan dalam mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, terdapat perubahan Profil Lulusan (PL) Program Studi Ekonomi Syariah, yaitu: (1) Praktisi Perbankan dan Keuangan Non-Bank Syariah, (2) Wirausahawan, dan (3) Akademisi Ekonomi Syari’ah. Berbagai masukan dan saran telah diperoleh dalam kegiatan ini, baik dalam sidang komisi maupun pleno terkait VMTS Program Studi Ekonomi Syariah. Hal ini tentunya menjadi penguat dalam menajamkan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran (VMTS) Program Studi untuk menyusuun strategi pencapaiannya. Dengan adanya lokakarya ini, akan menambah kualitas akademik dalam mewujudkan cita-cita Program Studi Ekonomi Syariah untuk mementapkan diri sebagai Program Studi Unggul yang mampu bersaing di kancah nasional dan internasional. (RH)