Kuliah Tamu Bahas Masa Depan Ekonomi Syariah untuk Mendorong Kemandirian dan Keberlanjutan Nasional

Malang, 2 Juni 2026 – Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu bertajuk “Masa Depan Ekonomi Syariah: Inovasi Strategis Menuju Kemandirian dan Keberlanjutan Nasional” pada Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula GKB 3 Lantai 6 UMM ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025 sebagai bagian dari upaya penguatan wawasan akademik dan pemahaman terhadap perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Kuliah tamu menghadirkan Prof. Drs. Ec. Abdul Mongid, M.A., Ph.D., Wakil Direktur Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, beliau membahas berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi ekonomi syariah di era modern, serta strategi pengembangan sektor ekonomi dan keuangan syariah agar mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Fitrian Aprilianto, S.E.I., M.E., Dosen Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam UMM. Beliau memberikan perspektif akademis mengenai perkembangan industri keuangan syariah, inovasi produk dan layanan berbasis syariah, serta pentingnya peran generasi muda dalam mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para ahli dan praktisi di bidang ekonomi syariah. Interaksi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai implementasi teori yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan kondisi nyata yang terjadi di dunia industri dan kebijakan publik. Kuliah tamu ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Ekonomi Syariah UMM dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan ekonomi global. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan demi kemajuan bangsa.(Humas/NS)
Kuliah Tamu Ekonomi Syariah UMM Bahas Perkembangan Akuntansi Syariah di Indonesia

Malang, 12 Mei 2026 – Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang kembali menghadirkan kegiatan akademik inspiratif melalui acara Kuliah Tamu bertema “Perkembangan Akuntansi Syariah di Indonesia” yang diselenggarakan pada Selasa, 12 Mei 2026 bertempat di Aula GKB IV Lt. 4 Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan praktik dan implementasi akuntansi syariah di tengah pertumbuhan industri halal dan keuangan syariah nasional. Kuliah tamu ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Achmad Zaky, S.E., M.SA., Ak. dari Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia, serta Fadilla Muhammad Mahdi, S.E., M.Si., dosen Program Studi Ekonomi Syariah UMM. Kehadiran kedua pemateri memberikan sudut pandang akademis sekaligus praktis terkait dinamika akuntansi syariah di Indonesia saat ini. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bagaimana akuntansi syariah terus mengalami perkembangan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sistem keuangan yang sesuai prinsip syariah. Tidak hanya membahas teori dan regulasi, materi juga menyoroti tantangan implementasi standar akuntansi syariah, perkembangan lembaga keuangan syariah, hingga peluang generasi muda untuk berkontribusi dalam industri tersebut. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab dengan berbagai pertanyaan terkait praktik akuntansi syariah di dunia kerja maupun penerapannya di era digital. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya akuntansi syariah sebagai bagian dari sistem ekonomi Islam yang terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan kuliah tamu ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Ekonomi Syariah UMM dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, inovatif, dan dekat dengan perkembangan industri. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi akademik dan profesional di bidang ekonomi serta akuntansi syariah. (Humas Ekos/NS)
International Visiting Professor Prof. Asad Zaman, Ph.D.: Menelusuri Evolusi Tiga Generasi Ekonomi Islam

Malang, 25 Februari 2026 – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang kembali menghadirkan kegiatan akademik berskala internasional melalui International Visiting Professor bertajuk “The Evolution of Islamic Economics: First, Second, and Third Generations.” Acara yang digelar ini menghadirkan Prof. Asad Zaman, Ph.D., Kepala Departemen Ekonomi di Akhuwat Institute, Pakistan, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan terbuka bagi sivitas akademika serta masyarakat umum yang tertarik memperdalam wawasan tentang perkembangan pemikiran ekonomi Islam. Dalam sesi kuliahnya, Prof. Asad Zaman memaparkan tiga fase penting dalam evolusi ekonomi Islam — mulai dari generasi pertama yang menekankan visi ideal pasca-kolonial, generasi kedua yang beradaptasi dengan sistem kapitalisme global, hingga generasi ketiga yang mengusung pendekatan sosial berbasis akar rumput. Menurut Prof. Asad, perkembangan ilmu ekonomi Islam tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah dan dinamika sosial masyarakat. Ia menegaskan bahwa teori ekonomi seharusnya berkembang seiring perubahan masyarakat dan tidak hanya meniru paradigma Barat. “Langkah pertama dalam membangun ekonomi Islam yang autentik adalah dekolonisasi pikiran, membebaskan diri dari dominasi intelektual Eropa yang menganggap pengetahuan Barat sebagai kebenaran universal,” ujarnya. Dalam paparan tersebut, Prof. Asad juga menyoroti pentingnya peran komunitas lokal dan lembaga sosial seperti masjid dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Melalui strategi dua tingkat — penguatan individu dan komunitas di tingkat mikro, serta pembangunan solidaritas umat di tingkat makro — generasi ketiga ekonomi Islam diharapkan mampu melahirkan perubahan sosial yang berkeadilan dan berkelanjutan. Acara ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa dan akademisi untuk memperluas wawasan tentang arah baru ekonomi Islam global. Melalui kegiatan seperti ini, Universitas Muhammadiyah Malang terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan ilmu ekonomi Islam yang progresif, kritis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.(Humas Ekos/NS)
Perkuat Kolaborasi Akademik, Prodi Ekonomi Syariah UMM Lakukan Benchmarking ke FEB UMJ

Jakarta, 7 Januari 2026 — Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menerima kunjungan benchmarking dari Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi akademik antar perguruan tinggi Muhammadiyah serta memperluas kerja sama dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan internasionalisasi program studi. Rombongan dari Universitas Muhammadiyah Malang dipimpin oleh Mochamad Novi Rifa’i, didampingi oleh tim dosen dan tenaga kependidikan, yakni Arif Luqman, Azhar Muttaqin, Rahmad Hakim, Fitrian Aprilianto, Rahmi Amalia, Afifah Nur, dan Vebrina Reza. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMJ dan disambut hangat oleh jajaran pimpinan FEB UMJ. Dalam sambutannya, Dekan FEB UMJ, Dr. Abdul Mujib, M.M., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim dari UMM yang dinilai sebagai langkah strategis untuk mempererat jejaring akademik antar kampus Muhammadiyah. “Kami menyambut baik inisiatif Prodi Ekonomi Syariah UMM yang datang untuk melakukan benchmarking. Kegiatan ini sangat penting sebagai wadah berbagi praktik baik antar perguruan tinggi Muhammadiyah dalam upaya memperkuat mutu dan daya saing pendidikan ekonomi syariah di Indonesia,” ujar Dr. Abdul Mujib. Sementara itu, perwakilan dari UMM, Azhar Muttaqin, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak UMJ. Ia menuturkan bahwa kunjungan ini difokuskan pada pembelajaran terkait sistem penjaminan mutu, pengelolaan kurikulum, dan strategi internasionalisasi program studi yang telah diterapkan di UMJ. “Kami datang untuk belajar dari pengalaman Prodi Ekis UMJ yang telah memiliki banyak inovasi dalam tata kelola akademik dan kerja sama internasional. Kami berharap hasil benchmarking ini dapat memperkaya strategi pengembangan di kampus kami,” ungkapnya. Kegiatan benchmarking ini diisi dengan sesi diskusi interaktif terkait pengelolaan program studi, implementasi Outcome-Based Education (OBE), serta strategi penguatan peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Suasana acara berlangsung penuh antusiasme dan semangat kolaborasi. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cinderamata sebagai simbol persaudaraan dan komitmen untuk menjalin kerja sama berkelanjutan antar kedua perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, Prodi Ekonomi Syariah UMM dan UMJ berharap dapat terus memperkuat kolaborasi akademik, memperluas jejaring riset, serta bersama-sama mendorong kemajuan pendidikan ekonomi syariah yang unggul dan berdaya saing global.
Tingkatkan Kolaborasi, Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang Lakukan Benchmarking ke FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Jakarta, 7 Januari 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan studi banding dari Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat lantai 2 Gedung FEB UIN Jakarta, Jalan Ibnu Sina, Ciputat, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, serta tim administrasi kedua institusi. Delegasi dari Universitas Muhammadiyah Malang terdiri atas Mochamad Novi Rifa’i, Arif Luqman, Azhar Muttaqin, Rahmad Hakim, Fitrian Aprilianto, Rahmi Amalia, Afifah Nur, dan Vebrina Reza, yang seluruhnya merupakan perwakilan dari Program Studi Ekonomi Syariah (EKIS) UMM. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan kegiatan benchmarking serta memperkuat kerja sama akademik antara kedua perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan dan internasionalisasi program studi Ekonomi Syariah. Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UIN Jakarta, Dr. Sofyan Rizal, M.A., menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. “Kami menyambut dengan hangat rekan-rekan dari Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang. Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mempererat kolaborasi dan berbagi pengalaman dalam pengembangan mutu akademik di bidang ekonomi Islam,” ujar Sofyan Rizal. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr. Erika Amelia, Ketua Prodi Ekonomi Syariah Dr. Ali Rama, Sekretaris Prodi M. Lutfi, M.E., serta Kepala Tata Usaha Imam Thobroni, bersama beberapa dosen FEB UIN Jakarta lainnya. Sementara itu, Azhar Muttaqin, perwakilan Tim Penjaminan Mutu UMM, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari pihak FEB UIN Jakarta. Ia menekankan bahwa kegiatan benchmarking ini menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari proses dan strategi internasionalisasi program studi di lingkungan UIN Jakarta. “Kami datang untuk belajar dan berdiskusi secara langsung mengenai praktik baik yang dilakukan Prodi Ekonomi Islam di FEB UIN Jakarta, terutama terkait proses internasionalisasi dan penguatan mutu akademik. Terima kasih atas penerimaan yang luar biasa,” tutur Azhar. Kegiatan benchmarking ini diisi dengan sesi diskusi mendalam mengenai pengembangan kurikulum, penjaminan mutu internal, serta strategi kolaborasi akademik dan publikasi ilmiah. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat kolaboratif. Acara diakhiri dengan pertukaran cinderamata antara kedua institusi sebagai simbol persahabatan akademik dan komitmen untuk terus menjalin kerja sama di masa depan. Benchmarking ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang berkelanjutan antara Prodi Ekonomi Syariah UMM dan FEB UIN Jakarta, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.
Ujian Terbuka Promosi Doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Mochamad Novi Rifa’i Raih Gelar Doktor dengan Penelitian Pariwisata Halal

Jakarta, 7 Januari 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali melahirkan seorang doktor baru. Mochamad Novi Rifa’i resmi meraih gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Destination Branding untuk Peningkatan Minat Kunjungan Pariwisata Halal di Kabupaten Lombok Barat” dalam sidang promosi doktor yang berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, pukul 09.00 WIB di Gedung Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta. Dalam ujian terbuka tersebut, Mochamad Novi Rifa’i diuji oleh para akademisi terkemuka, antara lain Dr. H. M. Nurul Huda, M.Ag dan Prof. Dr. Asep Saeful Muhtadi, M.H. selaku penguji, serta dibimbing oleh dua promotor, Prof. Dr. Andi M. Egas Bakti dan Prof. Dr. H. Hasbullah Hadiwijaya, M.A. Turut hadir pula Prof. Dr. Zulkifli, M.Ag sebagai ketua sidang, beserta jajaran dosen dan civitas akademika Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta. Disertasi yang disusun oleh Mochamad Novi Rifa’i menyoroti pentingnya destination branding sebagai strategi penguatan citra pariwisata halal di daerah Lombok Barat. Melalui pendekatan penelitian yang komprehensif, ia menunjukkan bagaimana pengelolaan merek destinasi yang berbasis nilai-nilai Islam dapat meningkatkan minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung. Setelah melewati proses ujian yang berlangsung khidmat dan penuh apresiasi, Mochamad Novi Rifa’i dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Ujian terbuka ini juga menjadi momentum penting yang menunjukkan komitmen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mendorong lahirnya riset-riset strategis di bidang ekonomi, manajemen, dan pariwisata berbasis nilai Islam. Dengan keberhasilannya, Mochamad Novi Rifa’i menambah daftar panjang lulusan doktor dari UIN Jakarta, yakni sebagai doktor ke-1649 yang diwisuda oleh Sekolah Pascasarjana. Hasil penelitiannya diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan destinasi halal, khususnya di Lombok Barat dan daerah lain di Indonesia yang berpotensi menjadi pusat pariwisata syariah dunia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan dan praktik pariwisata halal di Indonesia, khususnya dalam penguatan daya saing destinasi wisata yang berkelanjutan dan sesuai prinsip syariah. Dengan keberhasilannya mempertahankan disertasi di hadapan dewan penguji, Mochamad Novi Rifa’i dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan resmi menyandang gelar Doktor dari Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Humas Ekos/NS)
Fakultas Agama Islam UMM Hadirkan Dosen Internasional Bahas “Maqashid Shariah and Social Welfare in Southeast Asia”

Malang, 17 Desember 2025 — Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengadakan kegiatan International Visiting Lecturer dengan menghadirkan narasumber internasional. Acara ini dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Hall GKB 3 lantai 6, UMM, mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini mengangkat tema “Maqashid Shariah and Social Welfare in Southeast Asia” dan menghadirkan Dr. Cecep Soleh Kurniawan, seorang akademisi dari Faculty of Sharia, Sultan Sharif Ali Islamic University, Brunei Darussalam. Beliau dikenal sebagai pakar di bidang Maqashid Syariah dan ekonomi sosial Islam di kawasan Asia Tenggara. Dalam kuliahnya, Dr. Cecep menyoroti pentingnya penerapan Maqashid Syariah — tujuan-tujuan luhur dari syariat Islam — sebagai dasar dalam menciptakan kesejahteraan sosial (social welfare) di negara-negara Asia Tenggara. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan harus menjadi pijakan utama dalam setiap kebijakan ekonomi dan sosial yang berbasis syariah. Acara ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika dari berbagai program studi di UMM, khususnya dari Ekonomi Syariah. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperluas wawasan mengenai praktik penerapan Maqashid Syariah di tingkat global, serta memahami peran pentingnya dalam membangun kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Kegiatan International Visiting Lecturer ini merupakan bagian dari upaya UMM dalam memperkuat jejaring akademik internasional dan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis global insight. Dengan menghadirkan narasumber dari luar negeri, Prodi Ekonomi Syariah UMM terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan ilmu ekonomi Islam yang unggul dan relevan dengan perkembangan zaman. “Negara-negara di Asia Tenggara memiliki potensi besar dalam menerapkan nilai-nilai Maqashid Syariah untuk membangun sistem sosial dan ekonomi yang berkeadilan. Prinsip menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta bukan hanya aspek ibadah, tapi juga dasar bagi kebijakan publik yang menyejahterakan,” jelas Dr. Cecep dalam sesi kuliahnya. Selain membahas teori, Dr. Cecep juga memberikan contoh penerapan nyata dari Maqashid Syariah dalam kebijakan sosial di Brunei Darussalam, seperti sistem zakat dan wakaf produktif yang berperan penting dalam menurunkan angka kemiskinan serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. (Humas Ekos/NS)
Kuliah Praktisi Ekonomi Syariah UMM Bahas Peran SIAPIK dalam Akses Pembiayaan UMKM

Malang, 9 Desember 2025 – Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. Acara ini menghadirkan narasumber profesional Elviera Dewiyanti Surya Putri, selaku Konsultan PUMKM Bank Indonesia Malang, dengan tema “Peran SIAPIK dalam Menentukan Keputusan Bisnis serta Akses Pembiayaan bagi UMKM.” Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025, mulai pukul 08.15 hingga 11.00 WIB, bertempat di Aula GKB 4 Lantai 4, Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang. Kuliah praktisi ini ditujukan khusus bagi mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah angkatan 2023. Dalam sesi kuliah ini, narasumber menjelaskan secara mendalam mengenai peran aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) yang dikembangkan oleh Bank Indonesia sebagai alat bantu bagi pelaku UMKM dalam mencatat, menganalisis, dan mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat. Melalui SIAPIK, UMKM dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan mereka, sehingga mempermudah akses terhadap pembiayaan dari lembaga keuangan, termasuk lembaga keuangan syariah. Selain membahas aspek teknis penggunaan SIAPIK, Elviera juga menekankan pentingnya literasi keuangan dan pencatatan akuntansi sederhana bagi UMKM, agar usaha kecil dan menengah mampu tumbuh berkelanjutan di era digital. Ia mencontohkan bagaimana pelaku usaha yang menerapkan SIAPIK dapat lebih mudah dalam memperoleh kredit usaha rakyat (KUR) dan pembiayaan syariah karena memiliki rekam jejak keuangan yang jelas. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi aktif mengenai praktik pembiayaan UMKM serta strategi penguatan ekonomi berbasis syariah. Kuliah praktisi ini juga menjadi bagian dari komitmen Prodi Ekonomi Syariah UMM untuk memperkuat kolaborasi dengan lembaga keuangan dan dunia industri melalui kegiatan akademik yang aplikatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Ekonomi Syariah tidak hanya memahami teori ekonomi Islam, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam dunia nyata, terutama dalam mendukung pengembangan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.(Humas Ekos/NS).
Kuliah Praktisi Ekonomi Syariah UMM: Peran Data BPS dalam Strategi Pemasaran di Tengah Dinamika Inflasi

Malang, 27 November 2025 – Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi bertema “Dinamika Inflasi dan Dampaknya terhadap Kebijakan Moneter dan Fiskal”, menghadirkan Tasmilah, S.S.T., M.E., selaku Statistisi Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang. Acara ini digelar di Aula Masjid A.R. Fachruddin Lt. 2, UMM, dan diikuti oleh mahasiswa Ekonomi Syariah angkatan 2023, 2024, dan 2025. Dalam pemaparannya, Tasmilah menekankan pentingnya pemahaman data statistik bagi mahasiswa ekonomi dan calon praktisi bisnis, terutama dalam konteks manajemen pemasaran di era dinamis. Menurutnya, data inflasi yang dihimpun BPS setiap bulan melalui Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi indikator utama dalam membaca arah pasar, daya beli masyarakat, serta perubahan perilaku konsumen. “Perusahaan yang memahami data statistik akan lebih siap menyesuaikan strategi harga, distribusi, dan promosi berdasarkan kondisi riil ekonomi,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa inflasi tidak hanya memengaruhi sektor keuangan dan kebijakan fiskal, tetapi juga berdampak langsung pada pola konsumsi masyarakat yang menjadi fokus utama dalam pemasaran. Misalnya, kenaikan harga bahan pokok dapat menurunkan permintaan terhadap produk sekunder, sementara penurunan inflasi bisa meningkatkan potensi pasar bagi produk-produk konsumsi rumah tangga. “Pelaku bisnis syariah perlu menggunakan data BPS untuk membuat strategi pemasaran yang adaptif dan sesuai prinsip keadilan harga,” tambahnya. Selain itu, Tasmilah juga memaparkan bahwa BPS menyediakan beragam data strategis yang relevan bagi dunia pemasaran, seperti data struktur pengeluaran rumah tangga, tingkat pengangguran, hingga pertumbuhan ekonomi sektoral. Data tersebut bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk melakukan segmentasi pasar, analisis permintaan, hingga penentuan wilayah distribusi potensial. Dengan pendekatan berbasis data (data-driven marketing), keputusan pemasaran dapat lebih objektif dan terukur, bukan sekadar berdasarkan asumsi. Kegiatan kuliah praktisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaitkan teori ekonomi syariah dengan praktik empiris di lapangan. Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UMM (jika ingin, bisa ditambahkan nama) dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bertujuan membekali mahasiswa agar memiliki literasi data ekonomi dan mampu memanfaatkan informasi statistik publik dalam perencanaan bisnis serta kebijakan ekonomi yang berkeadilan. Melalui diskusi interaktif, mahasiswa juga diajak untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip ekonomi Islam dapat diimplementasikan dalam pengelolaan pasar yang transparan dan etis, sekaligus berbasis bukti empiris. Sinergi antara BPS sebagai lembaga penyedia data resmi dan dunia akademik diharapkan mampu melahirkan generasi ekonom muda yang tidak hanya kritis terhadap isu makroekonomi, tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis dalam strategi pemasaran dan pengembangan ekonomi umat. (Humas Ekos/NS)
Kuliah Praktisi Ekonomi Syariah UMM Kupas Strategi Banjir Orderan di Marketplace

Malang, 25 November 2025- Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan kegiatan kuliah praktisi sebagai upaya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi digital. berlangsung kuliah praktisi bertema “Cara Jitu Banjir Orderan di Marketplace” yang diselenggarakan di Ruang Micro Teaching (516) GKB III Lantai 5 Kampus 3 UMM. Kegiatan ini diikuti khusus oleh mahasiswa Ekonomi Syariah angkatan 2023 yang tengah mendalami materi bisnis syariah dan ekonomi digital. Dalam kegiatan ini, pemateri dari Agency Digital Marketing Celebris memberikan penjelasan komprehensif mengenai dinamika bisnis di marketplace, sebuah platform yang kini menjadi pusat transaksi ekonomi terbesar di Indonesia. Pemateri menegaskan bahwa marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada tidak hanya menjadi ruang jual beli biasa, tetapi juga ekosistem digital yang menuntut pemahaman strategi pemasaran mendalam. Mahasiswa diajak memahami bagaimana algoritma marketplace bekerja dalam menentukan posisi produk pada kolom pencarian. Penjelasan meliputi pentingnya optimasi judul produk, deskripsi yang menarik, riset kata kunci, hingga penggunaan foto berkualitas tinggi sebagai elemen visual yang meningkatkan klik pengguna. Selain itu, pemateri juga memaparkan pentingnya menjaga reputasi toko melalui pelayanan responsif, ketersediaan produk, serta konsistensi pengiriman cepat, karena faktor-faktor tersebut berpengaruh langsung terhadap ranking toko. Tidak hanya itu, pemateri juga mengulas bagaimana memanfaatkan fitur iklan berbayar (ads marketplace) secara efektif. Mahasiswa diajak memahami perbedaan antara search ads, display ads, hingga strategi penentuan anggaran untuk meningkatkan konversi penjualan. Momen ini menjadi menarik ketika pemateri memaparkan contoh kasus nyata bagaimana sebuah produk dengan strategi iklan yang tepat dapat meningkatkan penjualan hingga beberapa kali lipat dalam kurun waktu singkat. Selain strategi teknis, pemateri juga menekankan pentingnya storytelling dalam membangun brand di marketplace. Di tengah persaingan yang semakin ketat, produk tidak lagi hanya bersaing berdasarkan harga, melainkan bagaimana sebuah toko mampu menawarkan pengalaman dan identitas yang membedakannya dari penjual lain. Mahasiswa diberi wawasan tentang bagaimana menciptakan branding yang konsisten, mulai dari desain toko, gaya penulisan, hingga pelayanan purna jual yang membangun loyalitas pelanggan. Kegiatan kuliah praktisi ini disambut antusias oleh mahasiswa, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan tentang tantangan berjualan di marketplace. Pertanyaan yang mencuat di antaranya mengenai cara mengatasi penurunan traffic, strategi menghadapi kompetisi saat musim kampanye besar seperti Harbolnas, serta cara mempertahankan pelanggan di tengah hadirnya produk serupa dengan harga lebih murah. Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UMM menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah bagian dari komitmen prodi untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang aplikatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Mengingat tantangan ekonomi digital semakin kompleks, mahasiswa tidak hanya harus memahami teori ekonomi syariah, tetapi juga perlu terjun langsung memahami praktik bisnis modern, termasuk strategi pemasaran digital dan penguasaan marketplace. Melalui kuliah praktisi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pola pikir kreatif dan strategis dalam memanfaatkan peluang bisnis online. Bekal ilmu mengenai marketplace yang diperoleh menjadi modal penting bagi mereka yang kelak ingin merintis usaha sendiri atau berkarier di bidang digital marketing, e-commerce, hingga pengembangan bisnis syariah berbasis teknologi. Dengan suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, Program Studi Ekonomi Syariah UMM berencana terus menghadirkan kegiatan serupa untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan industri. Diharapkan, kegiatan ini mampu mendorong lahirnya generasi muda yang cakap digital, berdaya saing tinggi, dan tetap menjunjung prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam aktivitas bisnisnya. (Humas Ekos/NS)