Acara Kuliah Dengan Praktisi Sekaligus Bersama Alumni dari Prodi Ekonomi Syariah

Malang, 4 Januari 2025 – Kuliah bareng Alumni dan Praktisi: Belajar Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) & Kewirausahaan dalam Ekonomi Syariah. Dalam acara kuliah yang menarik dan penuh inspirasi, di mana kita mengundang alumni dan praktisi dari Program Studi Ekonomi Syariah untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka tentang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) & Kewirausahaan. Acara ini bertujuan memberikan teori mengenai MSDM dan Kewirausahaan dengan praktik nyata di dunia kerja. Praktisi yang diundang adalah profesional yang telah berpengalaman dalam mengelola sumber daya manusia di dunia kerja, baik di sektor swasta maupun publik, dengan pendekatan yang sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Sebagai bentuk penghargaan memberikan sertifikat kepada praktisi sebagai pemateri pada kuliah hari ini. Tantangan dan peluang yang mereka hadapi saat mengelola SDM di perusahaan yang menerapkan prinsip syariah. Dan sesi tanya jawab pengalaman nyata dari alumni yang udah sukses di bidang MSDM. Salah satu bidang usaha yang dimiliki oleh mas Yogi ini adalah Cafe Mojok Kopi yang berlokasi di Apart Begawan. Acara ini telah sukses dilaksanakan! Kami mengucapkan terima kasih kepada kak Yogi Nur Triono alumni Prodi Ekonomi Syariah UMM yang telah berbagi ilmu dan pengalaman. Sampai jumpa di acara selanjutnya! (Humas Ekos/NS)
Matakuliah Etika Bisnis – Kewirausahaan Prodi Ekonomi Syariah UMM, Antar Wisyam Raup Omzet Usaha Kebab Belasan Juta

Mohammad Wisyam Nabil Ishaq, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (Ekos UMM) semetser akhir ini menjadi inspirasi sukses bagi mahasiswa lain untuk merintis dunia bisnis. Wisyam-begitu Mohammad Wisyam Nabil Ishaq disapa- dirinya setahun lalu merintis bisnis usaha Kebab dan Burger di wilayah Merjosari Kota Malang. Hebatnya, Wisyam merintis bisnis tersebut selain modal finansial juga berbekal ilmu mata kuliah yang sudah di dapatnya di Ekos UMM yakni Etika Bisnis dan Kewirausahaan (KWU). Alhamdulillah saat ini bisnis yang sudah dijalani sejak 30 Mei 2023 lalu tersebut terus berkembang dengan omzet sekitar 15 juta per bulan. Mohammad Wisyam Nabil Ishaq, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah UMM (saat ini proses nunggu yudisium), sudah sukses bisnis dengan dua mata kuliah yang sudah dipelajarinya saat kuliah. Omzet tersebut di dapat dari hasil penjualan kebab per hari rata-rata terjual 50 kebab dengan size jumbo Rp 11 ribu sedangkan ukuran medium Rp 8 ribu. Per hari rata-rata omzetnya menembus antara Rp 450 ribu – Rp 500 ribu. Jika dikalikan sebulan 30 hari (Rp, 500.000 X 30 = Rp. 15.000.000 per bulan. Jika dikalikan setahun Rp 15 juta X 12 = Rp. 180.000.000). Wisyam mengungkapkan kuliah di Prodi Ekos UMM mempunyai nilai plus dan prospek masa depan. Sebab Prodi Ekos UMM mempunyai dosen yang pakar sesuai bidangnya masing-masing, fasilitas praktikum up to date, mitra dunia kerja dan industri luas. Itu sebabnya Prodi Ekos UMM sukses meraih Akreditasi Unggul. (humas ekos umm/don)
Agenda International Visiting Professor kukuhkan Internasionalisasi Program Studi Ekonomi Syariah

Malang, 16 Desember 2024 – Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Senin, 16 Desember 2024, menyelenggarakan kegiatan International Visiting Professor yang menghadirkan narasumber internasional, Prof. Dr. Fuadah Johari, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Inovasi, Fakulti Ekonomi dan Muamalat, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Fuadah Johari menyampaikan materi dengan tema “The Role of Zakat, Infak and Shadaqah in Realizing Sustainable Development Goals”. Kegiatan ini dibuka dengan Opening Speech oleh Dr. Saiful Amien, M.Pd, Wakil Dekan 1 Fakultas Agama Islam UMM. Dalam sambutannya, Dr. Saiful Amien menyampaikan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Ekonomi Syariah, yang sangat relevan dengan isu-isu global seperti pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). “Kami sangat senang dapat menyambut Prof. Dr. Fuadah Johari di UMM. Kehadiran beliau menjadi kesempatan yang berharga bagi kami untuk mendalami peran zakat, infak, dan shadaqah dalam pembangunan berkelanjutan,” ungkap Dr. Saiful Amien. Dalam kuliah umum yang berlangsung, Prof. Dr. Fuadah Johari menjelaskan bahwa zakat, infak, dan shadaqah memiliki potensi besar dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan keadilan sosial. Beliau juga menekankan pentingnya penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, tutur Alumnus Akademi Pengkajian Islam Universiti Malaya ini. Acara yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan praktisi di bidang ekonomi syariah ini mendapatkan respons positif. Peserta sangat antusias mendengarkan pemaparan yang diberikan, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi zakat, infak, dan shadaqah dalam konteks sosial-ekonomi di Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Ekonomi Syariah UMM untuk memperluas wawasan dan jaringan akademik dengan institusi pendidikan internasional. Dengan adanya kegiatan International Visiting Professor ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta kontribusi Program Studi Ekonomi Syariah UMM dalam pengembangan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam yang mendukung keberlanjutan pembangunan global. (RH)
Dosen Ekonomi Syariah FAI-UMM, Bapak Fadilla Muhammad Mahdi, S.E., M.Si, Jadi Pembicara pada Kursus Kepemimpinan Nasional FOSSEI

Malang, 11 November 2024 – Sungguh sangat membanggakan, salah satu dosen Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM), Bapak Fadilla Muhammad Mahdi, S.E., M.Si, menjadi pembicara pada Kursus Kepemimpinan Nasional FOSSEI (SUSPIMNAS 2024) yang berlangsung pada tanggal 11-13 November 2024 di Villa Andrew. Acara yang mengusung tema “Long Life Learner: Leadership as a Journey of Growth” ini dihadiri oleh para aktivis FOSSEI dari berbagai kampus di wilayah Regional Malang Raya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang prinsip-prinsip dasar kepemimpinan, serta menjadi bekal untuk tumbuh dan berkembang dalam kehidupan mereka sebagai pemimpin masa depan. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Fadilla Mahdi menyampaikan materi yang menggarisbawahi pentingnya sikap “Long Life Learner” atau pembelajar seumur hidup dalam perjalanan kepemimpinan. Menurut Bapak Fadilla, kepemimpinan yang efektif bukan hanya tentang kemampuan untuk mengarahkan orang lain, tetapi juga tentang kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Kepemimpinan yang baik, tambahnya, merupakan proses yang berkelanjutan, di mana seorang pemimpin harus terus mengembangkan diri, meningkatkan wawasan, dan membangun kualitas diri untuk dapat menghadapi tantangan yang ada. “Saya berharap, para peserta dapat memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai asas-asas kepemimpinan yang tidak hanya relevan dalam konteks organisasi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kepemimpinan adalah sebuah perjalanan yang harus terus digali dan dikembangkan,” ujar Bapak Fadilla dalam sesi pemaparan. Acara ini dihadiri oleh Pakar Ekonomi Syariah Bapak Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D (Dosen Universitas Gadjah Mada) dan Praktisi Ekonomi Syariah Nasional, sekaligus acara ini menjadi ajang silaturahmi bagi aktivis FOSSEI di Malang Raya, yang terdiri dari berbagai kampus, dan memberikan mereka kesempatan untuk berbagi pengalaman serta belajar dari satu sama lain. Selain itu, para peserta diharapkan dapat membawa pulang wawasan dan keterampilan baru untuk diterapkan dalam aktivitas mereka sebagai mahasiswa dan calon pemimpin di masa depan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa FOSSEI dapat lebih siap menghadapi tantangan dalam kehidupan dan memimpin dengan hati yang penuh dengan semangat belajar yang tidak pernah padam.
Dosen Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM Diundang dalam Tajuk Idea Podcast Malang Posco Media Bahas Tingkat Kebahagiaan Warga Indonesia

Malang, 08 November 2024 – Dosen Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Rahmad Hakim, M.MA., diundang oleh Harian Umum Malang Posco Media untuk menjadi narasumber dalam acara Tajuk Idea Podcast yang digelar pada hari Jum’at, 08 November 2024. Podcast tersebut membahas topik hangat seputar tingkat kebahagiaan warga Indonesia berdasarkan hasil survei terbaru serta harapan masyarakat untuk masa depan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Rahmad berbagi pandangan mengenai hasil survei kebahagiaan yang dilakukan oleh berbagai lembaga riset, serta faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kebahagiaan masyarakat di Indonesia, terutama dalam konteks sosial, ekonomi, dan keagamaan. Beliau juga menekankan pentingnya penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata, yang pada gilirannya dapat berkontribusi terhadap peningkatan kebahagiaan masyarakat. “Saya melihat bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dari faktor materi, tetapi juga dari keseimbangan dalam kehidupan sosial dan spiritual. Oleh karena itu, kita perlu terus memperhatikan aspek ekonomi syariah yang lebih memperhatikan kesejahteraan umat dalam konteks yang lebih luas,” ujar Kaprodi Ekonomi Syariah ini dalam wawancaranya. Podcast ini juga membahas harapan masyarakat Indonesia di masa depan, yang menyoroti kebutuhan untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pendidikan, dan pemerataan akses layanan kesehatan yang lebih baik. Para pendengar juga diajak untuk berbagi pandangan tentang apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mencapai tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi di masa yang akan datang. Acara ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama kalangan akademisi dan mahasiswa yang tertarik dengan pembahasan mengenai kebahagiaan dan kesejahteraan. Tajuk Idea Podcast menjadi salah satu media diskusi yang menghadirkan perspektif menarik tentang topik-topik sosial yang relevan, termasuk bagaimana menciptakan masyarakat yang lebih bahagia melalui pendekatan yang lebih holistik. Melalui undangan tersebut, Dr. Rahmad Hakim, M.MA berharap dapat mendorong diskusi yang lebih luas mengenai penerapan ekonomi syariah dalam kebijakan publik dan kehidupan sosial, serta memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan masyarakat Indonesia yang lebih bahagia dan sejahtera di masa depan.
Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM: Evaluasi dan Perencanaan Strategis untuk Peningkatan Kualitas Akademik

Malang, 5 November 2024 – Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Selasa, 5 November 2024, bertempat di Meeting Room My Dormy UMM. Agenda yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas, Program Studi, serta anggota Senat FAI-UMM. Agenda utama rapat ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja yang telah dijalankan selama satu tahun akademik terakhir dan merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kualitas akademik serta pelayanan di lingkungan FAI-UMM. Evaluasi Kinerja Program Studi Ekonomi Syariah Rapat Tinjauan Manajemen diawali dengan evaluasi terhadap berbagai program kerja yang telah dilaksanakan oleh Program Studi Ekonomi Syariah selama satu tahun akademik terakhir. Dalam laporan yang disampaikan oleh Ketua Prodi Ekonomi Syariah, Dr. Rahmad Hakim, M.MA., dipaparkan berbagai pencapaian yang telah diraih, baik dalam bidang akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, juga dibahas beberapa kendala dan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan program-program tersebut, serta upaya-upaya perbaikan yang telah dilakukan. “Rapat ini sangat penting untuk melihat sejauh mana implementasi program kerja kami selama setahun terakhir berjalan sesuai rencana. Dengan evaluasi ini, kami berharap dapat menemukan celah untuk perbaikan dan terus meningkatkan kualitas Prodi Ekonomi Syariah,” ujar Dr. Rahmad dalam pembukaan rapat. Perencanaan Langkah Strategis untuk Tahun Akademik Berikutnya Setelah melakukan evaluasi, agenda rapat berlanjut dengan pembahasan perencanaan langkah-langkah strategis untuk program studi Ekonomi Syariah dalam menghadapi tahun akademik yang akan datang. Beberapa fokus yang menjadi perhatian utama adalah peningkatan kualitas pengajaran, pembaruan kurikulum yang lebih relevan dengan perkembangan industri, serta peningkatan pelayanan kepada mahasiswa. Dalam sesi diskusi, pimpinan fakultas dan program studi bersama anggota senat FAI-UMM menyepakati pentingnya peningkatan kapasitas dosen melalui pelatihan dan sertifikasi, serta pengembangan program-program yang dapat memperkuat riset dan publikasi ilmiah mahasiswa dan dosen. Program peningkatan fasilitas dan infrastruktur juga dibahas untuk mendukung kegiatan akademik yang lebih efektif. “Dalam RTM ini, kami juga merumuskan berbagai program kerja yang akan mendukung pencapaian visi misi fakultas dan universitas. Kami berharap langkah-langkah strategis ini dapat memaksimalkan kinerja Prodi Ekonomi Syariah dan menciptakan suasana akademik yang lebih kondusif,” ujar Dekan FAI-UMM, Prof. Dr. Khozin, M.Si., dalam sesi perencanaan. Selain pembahasan tentang pengembangan kurikulum dan riset, rapat ini juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa. Program studi berkomitmen untuk menyediakan berbagai fasilitas yang dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif, termasuk penyediaan sumber daya pembelajaran yang lebih lengkap dan modern. Langkah-langkah lain yang dibahas dalam RTM ini mencakup penguatan kerjasama dengan berbagai lembaga eksternal, baik dalam rangka peningkatan kualitas penelitian, pengembangan karier mahasiswa, maupun program pengabdian masyarakat yang lebih aplikatif. Harapan dan Komitmen Ke Depan Rapat Tinjauan Manajemen ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus melakukan monitoring secara berkala terhadap implementasi program-program yang telah dirumuskan. Dengan adanya perencanaan yang matang dan evaluasi yang sistematis, Program Studi Ekonomi Syariah FAI-UMM berharap dapat terus meningkatkan kualitas akademik, pelayanan, serta kontribusi kepada masyarakat luas. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan di Prodi Ekonomi Syariah agar mahasiswa kami dapat meraih prestasi terbaik dan lulus dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Dr. Rahmad, menutup rapat. Melalui agenda RTM ini, Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan, guna mendukung pencapaian visi dan misi Fakultas Agama Islam dan Universitas Muhammadiyah Malang.
Webinar “Digitalisasi ZISWAF: Inovasi dan Implementasi di Fintech Syariah”, Wujudkan Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf yang Lebih Efektif

Malang, 30 September 2024 – Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) menggelar webinar bertajuk “Digitalisasi Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF): Inovasi dan Implementasi di Fintech Syariah” pada Senin, 30 September 2024. Webinar ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meetings dan dihadiri oleh seluruh dosen serta mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM, serta masyarakat umum yang tertarik pada topik pengelolaan ZISWAF dan fintech syariah. Webinar ini menghadirkan dua narasumber utama yang berkompeten di bidang fintech syariah dan pengelolaan dana sosial, yaitu Bapak Vikra Ijas, CEO Yayasan Kitabisa Indonesia dan Sekretaris Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia, serta Bapak Dr. Rahmad Hakim, M.MA, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang. Topik yang dibahas berkisar pada pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) melalui digitalisasi dan bagaimana inovasi fintech syariah dapat mempercepat implementasi sistem ini secara lebih efisien dan transparan di Indonesia. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Agama Islam, FAI-UMM, Prof. Dr. Khozin, M.Si menyampaikan bahwa pengelolaan ZISWAF yang efisien dan transparan menjadi sangat penting, terlebih dengan berkembangnya teknologi digital yang dapat menjadi katalisator dalam memperluas jangkauan dan kemudahan akses bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban sosialnya. “Di era digital ini, fintech syariah dapat menjadi alat yang efektif untuk mempermudah proses pengumpulan, distribusi, dan pengelolaan dana ZISWAF yang lebih aman dan transparan,” ujarnya. Peluang dan Tantangan Digitalisasi ZISWAF Pada sesi pertama, Bapak Vikra Ijas berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai penerapan digitalisasi dalam pengelolaan ZISWAF melalui platform fintech. Menurutnya, dengan semakin berkembangnya fintech syariah, masyarakat kini semakin mudah untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Kitabisa, sebagai salah satu platform yang bergerak dalam penggalangan dana sosial berbasis digital, telah membuktikan bahwa teknologi dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan dana ZISWAF secara lebih luas dan tepat sasaran. Dalam Keynote Speech yang disampaikan oleh Bapak Jamil Abbas, Kepala Eksekutif Kemitraan Strategis AFSI, “Digitalisasi ZISWAF bukan hanya mempermudah masyarakat untuk menyalurkan dana sosial, tetapi juga memungkinkan pengelolaannya yang lebih profesional dan terukur. Teknologi memungkinkan pengawasan yang lebih ketat dan transparansi yang lebih tinggi dalam setiap transaksi, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem ZISWAF,” kata Jamil Abbas. Vikra juga menjelaskan mengenai berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh fintech syariah dalam mendukung optimalisasi pengelolaan dana ZISWAF. Beberapa fitur seperti automated zakat payment, wakaf digital, dan infak berbasis aplikasi telah memperkenalkan cara-cara baru dalam menunaikan kewajiban keagamaan dengan lebih mudah dan cepat. Melalui aplikasi, masyarakat dapat dengan mudah menyalurkan dana mereka tanpa harus menunggu waktu tertentu, serta dapat memilih tujuan distribusi yang lebih spesifik dan tepat. Di sisi lain, Bapak Dr. Rahmad Hakim juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pengelola ZISWAF, dan fintech syariah untuk memperkuat ekosistem digital dalam pengelolaan dana sosial. “Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menciptakan sistem yang lebih terintegrasi dan berdampak langsung pada kesejahteraan umat,” ungkap Dr. Rahmad. Namun, dalam kesempatan tersebut, kedua narasumber juga tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi digitalisasi ZISWAF. Beberapa kendala yang dihadapi, antara lain adalah rendahnya literasi keuangan digital di kalangan sebagian masyarakat, masalah regulasi yang masih perlu disempurnakan, serta kurangnya sosialisasi terkait pentingnya berpartisipasi dalam pengelolaan dana sosial berbasis syariah. “Di sinilah peran fintech syariah untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat, serta bekerja sama dengan lembaga keagamaan dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang mendukung digitalisasi ZISWAF,” kata Vikra. Harapan dan Dampak Positif untuk Masyarakat Webinar ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, praktisi ekonomi syariah, serta masyarakat umum mengenai pentingnya digitalisasi dalam mengelola ZISWAF dan potensi fintech syariah dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan fintech syariah, pengelolaan dana sosial akan menjadi lebih transparan, efisien, dan lebih mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Di akhir acara, Dr. Rahmad Hakim menyampaikan harapannya agar para mahasiswa dan peserta dapat memanfaatkan informasi yang diperoleh dalam webinar ini untuk turut serta dalam pengembangan fintech syariah, khususnya dalam sektor ZISWAF. “Digitalisasi ZISWAF merupakan langkah besar dalam menghadirkan sistem yang lebih inklusif dan dapat mengoptimalkan pemberdayaan umat. Kami berharap mahasiswa sebagai calon generasi penerus dapat berperan aktif dalam memajukan industri ini,” tutup Dr. Rahmad. Webinar yang diselenggarakan oleh Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai digitalisasi ZISWAF dan peran fintech syariah dalam pengelolaannya. Dengan narasumber yang berkompeten, acara ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan perspektif baru dalam pengembangan ekosistem fintech syariah yang lebih transparan, efisien, dan berdampak pada pengelolaan dana sosial di Indonesia. (RH)
Kuliah Tamu Praktisi Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM: “Peluang dan Tantangan Perbankan Syariah di Indonesia” dengan Dea Rachmania

Malang, 21 September 2024 – Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) menggelar Kuliah Tamu Praktisi pada Sabtu, 21 September 2024, di Aula Gedung Kuliah Bersama I, Lantai 6, Universitas Muhammadiyah Malang. Kuliah tamu kali ini menghadirkan Dea Rachmania, Pimpinan Kantor Fungsional Cabang Bank Jatim Syariah Kota Malang, sebagai narasumber. Mengangkat topik “Peluang dan Tantangan Perbankan Syariah di Indonesia”, acara ini dihadiri oleh seluruh dosen dan mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah. Kuliah Tamu Praktisi ini bertujuan untuk memberikan wawasan langsung kepada mahasiswa mengenai kondisi terkini dan dinamika perkembangan perbankan syariah di Indonesia. Dalam presentasinya, Dea Rachmania mengulas berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan syariah, serta memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang bagaimana sektor ini dapat berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. “Perbankan syariah memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya prinsip keuangan yang berbasis syariah. Namun, di sisi lain, sektor ini juga dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi keuangan syariah dan persaingan ketat dengan perbankan konvensional,” ujar Dea Rachmania saat memaparkan materi kuliah tamu. Peluang dan Tantangan Perbankan Syariah Dea menyampaikan bahwa perbankan syariah di Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama dengan jumlah penduduk Muslim yang besar. Bank syariah, menurutnya, memiliki keunggulan dalam menawarkan produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, seperti pembiayaan tanpa riba, bagi hasil, dan lebih mengutamakan prinsip keadilan. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi oleh perbankan syariah adalah literasi keuangan yang masih rendah di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang masih kurang memahami produk-produk perbankan syariah, padahal produk tersebut memberikan solusi yang sangat relevan dengan prinsip keadilan dan kesejahteraan bersama. Selain itu, persaingan dengan perbankan konvensional yang lebih dominan juga menjadi tantangan dalam meningkatkan pangsa pasar bank syariah. Dalam sesi diskusi, Dea juga berbicara tentang pentingnya inovasi dalam produk dan layanan perbankan syariah. Menurutnya, dengan adanya inovasi yang terus-menerus, bank syariah dapat menawarkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern, terutama di era digital seperti saat ini. Kuliah Tamu Praktisi ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah untuk mendapatkan pemahaman langsung dari praktisi yang berpengalaman di bidang perbankan syariah. Mahasiswa juga diajak untuk melihat lebih jauh tentang peluang karir di industri perbankan syariah, serta bagaimana mereka sebagai generasi muda dapat berperan aktif dalam mengembangkan sektor ini di masa depan. Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Rahmad Hakim, M.MA., dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar acara kuliah tamu ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai tantangan dan peluang yang ada di industri perbankan syariah. “Kami berharap mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang perbankan syariah dan mempersiapkan diri untuk berkarir di sektor yang sangat potensial ini,” ujar Kaprodi Ekonomi Syariah, Dr. Rahmad. Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kontribusi terhadap Ekonomi Syariah Kuliah tamu ini juga menjadi bagian dari upaya Program Studi Ekonomi Syariah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa mengenai dinamika dunia kerja, terutama dalam industri perbankan syariah. Dengan mendatangkan praktisi berpengalaman, diharapkan mahasiswa dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia profesional dan memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ekonomi syariah. Sebagai penutupan acara, Dea Rachmania menyarankan mahasiswa untuk terus mengasah pengetahuan mereka tentang perbankan syariah, serta mengikuti perkembangan terbaru di dunia ekonomi dan keuangan syariah. “Perbankan syariah adalah masa depan perekonomian Indonesia yang berbasis pada prinsip keadilan. Sebagai calon pemimpin di bidang ekonomi syariah, kalian harus memiliki pengetahuan yang kuat dan sikap profesional,” tutup Dea. Kuliah Tamu Praktisi yang diselenggarakan oleh Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM ini berhasil memberikan perspektif baru bagi mahasiswa tentang peluang dan tantangan yang dihadapi oleh perbankan syariah di Indonesia. Dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten, acara ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih mendalami dunia perbankan syariah dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global di sektor ekonomi syariah.
Kuliah Perdana Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM Membahas Keterikatan antara Fintech Syariah, UMKM dan Keberlanjutan Ekonomi

Malang, 18 September 2024 – Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) menyelenggarakan kuliah perdana untuk mahasiswa baru pada Rabu, 18 September 2024, di Aula Gedung Kuliah Bersama I, Lantai 6, Universitas Muhammadiyah Malang. Kuliah perdana ini menghadirkan narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yaitu Frimansyah Shidiq Wardhana, Direktur Pengembangan Produk dan Inovasi di Hijrah Bank & Alami Fintech Syariah. Topik yang diangkat dalam kuliah perdana ini adalah “Interconnectedness of Shariah Fintech, MSME and Sustainability”, yang membahas keterkaitan antara fintech syariah, UMKM, dan keberlanjutan ekonomi. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen Prodi Ekonomi Syariah serta mahasiswa baru yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Kuliah perdana ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan perspektif baru mengenai peran penting fintech syariah dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, terutama dalam meningkatkan akses dan inklusi keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendukung keberlanjutan ekonomi secara keseluruhan. Dalam pemaparannya, Frimansyah Shidiq Wardhana menjelaskan bagaimana perkembangan fintech syariah telah membuka peluang baru dalam sistem perekonomian Indonesia. “Fintech syariah berperan sebagai jembatan yang menghubungkan antara kebutuhan pembiayaan UMKM dengan teknologi finansial yang berbasis pada prinsip-prinsip syariah, yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga berkelanjutan,” ujar Frimansyah di hadapan para peserta kuliah. Dalam kuliah ini, Frimansyah juga memaparkan berbagai studi kasus tentang bagaimana fintech syariah dapat memberikan solusi kepada UMKM dalam hal pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial. Beliau menekankan bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan dengan dukungan fintech syariah, UMKM dapat tumbuh dengan lebih inklusif dan berkelanjutan. “Di tengah tantangan ekonomi global, keberlanjutan dan pertumbuhan yang inklusif sangat bergantung pada keberhasilan fintech syariah dalam mendukung UMKM. Fintech syariah dapat menjadi solusi bagi UMKM dalam memperoleh pembiayaan dengan cara yang adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” tambah Frimansyah. Pentingnya Perspektif Baru bagi Mahasiswa Ekonomi Syariah Kuliah perdana ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk memahami bagaimana perkembangan fintech syariah dapat dioptimalkan dalam pembangunan ekonomi, terutama di Indonesia. Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya teknologi finansial dalam sistem perekonomian syariah yang tidak hanya mengutamakan keuntungan, tetapi juga keberlanjutan dan keadilan sosial. Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Saiful Amien. M.Pd, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar kuliah perdana ini dapat menjadi awal yang baik bagi mahasiswa dalam membangun wawasan terkait pengembangan ekonomi syariah, terutama di era digital dan teknologi yang semakin maju. “Kami berharap mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah dapat memanfaatkan kuliah perdana ini sebagai kesempatan untuk menggali lebih dalam tentang potensi fintech syariah dan bagaimana hal ini dapat diterapkan untuk memperkuat perekonomian Indonesia,” ujar Wakil Dekan I, FAI-UMM. Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Riset Ekonomi Syariah Kuliah perdana ini menjadi bagian dari upaya Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, dan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi syariah, khususnya dalam ranah fintech syariah dan UMKM. “Dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidang fintech syariah, acara ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa baru yang akan memulai perjalanan akademiknya di bidang ekonomi syariah”, Ujar Kaprodi Ekonomi Syariah, FAI-UMM Dr. Rahmad Hakim, M.MA. Sebagai penutupan, Frimansyah Shidiq Wardhana mengingatkan kepada mahasiswa agar selalu menjaga semangat untuk belajar dan terus berinovasi dalam dunia ekonomi syariah, khususnya yang terkait dengan fintech dan keberlanjutan. “Sebagai generasi penerus, kalian memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan dan kemajuan dalam dunia ekonomi syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutup Frimansyah. Melalui kuliah perdana ini, Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik yang kuat, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya di sektor fintech syariah dan UMKM yang semakin berkembang. Dengan adanya kuliah perdana ini, Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM semakin mengukuhkan diri sebagai pusat pengembangan ilmu dan inovasi dalam dunia ekonomi syariah yang relevan dengan tantangan zaman. (RH)
Workshop Penulisan Tugas Akhir Prodi Ekonomi Syariah: Sosialisasi Panduan Terbaru dan Peningkatan Literasi Teknik Penulisan Skripsi

Malang, 09 November 2024 – Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) menggelar Workshop Penulisan Tugas Akhir pada Sabtu, 09 November 2024. Acara ini diikuti oleh seluruh dosen pembimbing skripsi serta mahasiswa Angkatan 2021 Prodi Ekonomi Syariah. Workshop yang berlangsung di Meeting Room My Dormy Hostel UMM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam penulisan tugas akhir atau skripsi, serta memberikan sosialisasi mengenai panduan terbaru yang akan diterapkan pada tahun 2024. Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan utama sebagai sarana untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan Panduan Penulisan Tugas Akhir terbaru yang berlaku pada tahun 2024. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan literasi mahasiswa dan dosen dalam hal teknis penulisan skripsi, pemanfaatan sumber referensi yang kredibel, serta administrasi yang terkait dalam proses pengurusan tugas akhir. Dalam sambutannya, Ketua Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM, Dr. Rahmad Hakim, M.MA., menyampaikan pentingnya peningkatan kemampuan menulis skripsi dengan menggunakan metode yang lebih sistematis dan efisien, seiring dengan perkembangan standar akademik dan teknologi yang semakin maju. “Dengan adanya workshop ini, kami berharap mahasiswa dapat menulis tugas akhir dengan lebih terstruktur, serta dapat menyelesaikan skripsinya tepat waktu,” ungkap Dr. Rahmad. Pemahaman Administrasi Tugas Akhir dan Peningkatan Kelulusan Tepat Waktu (KTW) Salah satu fokus utama workshop ini adalah membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang cukup mengenai prosedur administrasi dalam pengurusan skripsi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa mahasiswa dapat melewati setiap tahapan dengan lancar dan tidak mengalami kendala administratif yang dapat menghambat kelulusan mereka. Workshop juga menggarisbawahi pentingnya pemahaman terkait sistematika penulisan yang benar, pemilihan sumber referensi yang tepat, serta cara mengolah data yang valid dan relevan. Diharapkan, dengan pemahaman yang lebih baik tentang teknis ini, mahasiswa dapat meningkatkan kualitas tugas akhir mereka dan mempercepat proses penyelesaian skripsi. Output dan Harapan Ke Depan Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah dapat lebih siap menghadapi tantangan dalam penulisan tugas akhir mereka. Dosen pembimbing pun akan memperoleh wawasan lebih terkait panduan terbaru serta teknik efektif dalam membimbing mahasiswa, sehingga tercipta komunikasi yang lebih baik antara dosen dan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Dengan peningkatan pemahaman dalam penulisan skripsi dan administrasi tugas akhir, diharapkan angka kelulusan tepat waktu (KTW) mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah akan semakin tinggi. Program studi ini optimis bahwa kegiatan ini dapat menjadi titik awal dalam menciptakan budaya akademik yang lebih baik dan produktif di masa depan. Workshop Penulisan Tugas Akhir yang diselenggarakan oleh Prodi Ekonomi Syariah ini merupakan langkah konkret dalam mempersiapkan mahasiswa agar siap menyelesaikan studi mereka tepat waktu dengan kualitas akademik yang memadai. Dengan terus meningkatkan kualitas bimbingan dan pemahaman terhadap proses penulisan tugas akhir, Prodi Ekonomi Syariah FAI-UMM berkomitmen untuk mendukung mahasiswa meraih kesuksesan akademik yang optimal. (RH)