Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Dibekali Strategi Menjadi Eksportir Muda Melalui Workshop Pengenalan Dunia Ekspor Impor

Malang, 25 Juni 2025 – Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan bisnis global. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Pengenalan Dunia Ekspor Impor dengan tema “Langkah Nyata Menjadi Eksportir dari Kampus Menuju Pasar Dunia” yang diikuti oleh mahasiswa Ekonomi Syariah, khususnya Angkatan 2023. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Micro Teaching GKB 3 Lantai 5 ini menghadirkan Sumhaji, S.Sos., Direktur CV. Media Mitra Indonesia, sebagai praktisi ekspor-impor, serta Rahmi Amalia, S.E.I., M.A., dosen Program Studi Ekonomi Syariah UMM. Workshop ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang aplikatif mengenai peluang bisnis internasional serta proses menjadi eksportir sejak masih menjadi mahasiswa. Dalam pemaparannya, Sumhaji menjelaskan bahwa banyak masyarakat masih belum memahami perbedaan mendasar antara badan usaha berbentuk CV (Commanditaire Vennootschap) dan PT (Perseroan Terbatas). Ia menjelaskan bahwa pemilihan bentuk badan usaha akan berpengaruh terhadap legalitas, tanggung jawab hukum, hingga peluang menjalin kerja sama dengan mitra bisnis, termasuk dalam aktivitas ekspor. Pemahaman mengenai aspek legal menjadi fondasi penting bagi calon eksportir agar mampu membangun usaha yang profesional dan berkelanjutan. Selain membahas aspek legalitas usaha, peserta juga diajak memahami tantangan utama dalam dunia ekspor. Menurut narasumber, tantangan terbesar tidak hanya terletak pada menemukan produk yang layak diekspor, tetapi juga bagaimana memperoleh pembeli dari pasar internasional yang sesuai dengan karakteristik produk. Oleh karena itu, seorang eksportir dituntut memiliki kemampuan melakukan riset pasar, memahami kebutuhan konsumen luar negeri, serta membangun jaringan bisnis secara berkelanjutan. Workshop ini juga memberikan pembekalan teknis mengenai strategi mencari produk ekspor yang memiliki daya saing tinggi. Mahasiswa diperkenalkan pada cara mengidentifikasi komoditas unggulan daerah, melakukan analisis potensi pasar, hingga memanfaatkan platform digital dan marketplace internasional sebagai sarana promosi produk. Materi tersebut memberikan gambaran bahwa peluang menjadi eksportir tidak hanya dimiliki oleh perusahaan besar, tetapi juga dapat dimulai oleh pelaku UMKM maupun mahasiswa yang memiliki jiwa kewirausahaan. Tidak hanya itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai prosedur dan regulasi ekspor yang harus dipenuhi sebelum suatu produk dapat dipasarkan ke luar negeri. Mulai dari legalitas usaha, kelengkapan dokumen ekspor, persyaratan kepabeanan, hingga standar mutu produk yang berlaku di negara tujuan menjadi materi penting yang dibahas secara komprehensif. Pemahaman terhadap regulasi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko dalam proses perdagangan internasional sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia bisnis global. Sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik (experiential learning), mahasiswa juga mengikuti sesi simulasi negosiasi bisnis internasional. Dalam kegiatan ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan melakukan role play dengan memerankan posisi sebagai eksportir dan calon pembeli dari luar negeri. Setiap kelompok diberikan studi kasus mengenai proses penawaran produk, penyusunan strategi komunikasi bisnis, hingga negosiasi harga, kualitas produk, metode pembayaran, dan ketentuan pengiriman barang. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa belajar mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, menyelesaikan masalah, serta membangun kepercayaan dalam proses negosiasi bisnis lintas negara. Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UMM berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai perdagangan internasional sekaligus mendorong lahirnya generasi eksportir muda yang mampu memanfaatkan potensi produk lokal Indonesia untuk bersaing di pasar global. Melalui workshop ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai ekspor-impor, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal dalam mengembangkan usaha maupun karier di bidang bisnis internasional. Dengan terselenggaranya workshop ini, Program Studi Ekonomi Syariah UMM kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Harapannya, lulusan Ekonomi Syariah UMM tidak hanya menjadi akademisi atau praktisi keuangan syariah, tetapi juga mampu menjadi wirausahawan dan eksportir muda yang berdaya saing global, berintegritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi Indonesia di kancah internasional.(Humas Ekos/NS)