Kuliah Praktisi Ekonomi Syariah UMM: Peran Data BPS dalam Strategi Pemasaran di Tengah Dinamika Inflasi

Malang, 27 November 2025 – Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi bertema “Dinamika Inflasi dan Dampaknya terhadap Kebijakan Moneter dan Fiskal”, menghadirkan Tasmilah, S.S.T., M.E., selaku Statistisi Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang. Acara ini digelar di Aula Masjid A.R. Fachruddin Lt. 2, UMM, dan diikuti oleh mahasiswa Ekonomi Syariah angkatan 2023, 2024, dan 2025. Dalam pemaparannya, Tasmilah menekankan pentingnya pemahaman data statistik bagi mahasiswa ekonomi dan calon praktisi bisnis, terutama dalam konteks manajemen pemasaran di era dinamis. Menurutnya, data inflasi yang dihimpun BPS setiap bulan melalui Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi indikator utama dalam membaca arah pasar, daya beli masyarakat, serta perubahan perilaku konsumen. “Perusahaan yang memahami data statistik akan lebih siap menyesuaikan strategi harga, distribusi, dan promosi berdasarkan kondisi riil ekonomi,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa inflasi tidak hanya memengaruhi sektor keuangan dan kebijakan fiskal, tetapi juga berdampak langsung pada pola konsumsi masyarakat yang menjadi fokus utama dalam pemasaran. Misalnya, kenaikan harga bahan pokok dapat menurunkan permintaan terhadap produk sekunder, sementara penurunan inflasi bisa meningkatkan potensi pasar bagi produk-produk konsumsi rumah tangga. “Pelaku bisnis syariah perlu menggunakan data BPS untuk membuat strategi pemasaran yang adaptif dan sesuai prinsip keadilan harga,” tambahnya. Selain itu, Tasmilah juga memaparkan bahwa BPS menyediakan beragam data strategis yang relevan bagi dunia pemasaran, seperti data struktur pengeluaran rumah tangga, tingkat pengangguran, hingga pertumbuhan ekonomi sektoral. Data tersebut bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk melakukan segmentasi pasar, analisis permintaan, hingga penentuan wilayah distribusi potensial. Dengan pendekatan berbasis data (data-driven marketing), keputusan pemasaran dapat lebih objektif dan terukur, bukan sekadar berdasarkan asumsi. Kegiatan kuliah praktisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaitkan teori ekonomi syariah dengan praktik empiris di lapangan. Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UMM (jika ingin, bisa ditambahkan nama) dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bertujuan membekali mahasiswa agar memiliki literasi data ekonomi dan mampu memanfaatkan informasi statistik publik dalam perencanaan bisnis serta kebijakan ekonomi yang berkeadilan. Melalui diskusi interaktif, mahasiswa juga diajak untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip ekonomi Islam dapat diimplementasikan dalam pengelolaan pasar yang transparan dan etis, sekaligus berbasis bukti empiris. Sinergi antara BPS sebagai lembaga penyedia data resmi dan dunia akademik diharapkan mampu melahirkan generasi ekonom muda yang tidak hanya kritis terhadap isu makroekonomi, tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis dalam strategi pemasaran dan pengembangan ekonomi umat. (Humas Ekos/NS)