Prodi Ekonomi Syariah UMM Upgrade ilmu Upgrade Karya melalui Workshop Penulisan Buku Ajar
Malang – Tepat setelah penyelenggaraan shalat Jumat (10/06/22), Prodi Ekonomi Syariah UMM menyelenggarakan workshop bagi para dosen tentang penulisan buku ajar/teks. Acara ini dihadiri oleh Para Dosen Prodi Ekonomi Syariah UMM bersama beberapa dosen lainnya yang ikut serta dalam kegiatan ini. Workshop atau Sharing Discussion tentang penerbitan buku teks ajar ini turut mengundang pemateri yang sangat kompeten di bidangnya, Bapak Dr. Wahyu Hidayat Riyanto, MM selaku Kepala UMM Press. Workshop dengan skema diskusi ini dibuka dengan sedikit me-refresh kembali ingatan para dosen bahwa terdapat beberapa bentuk karya tulis ilmiah yang dapat dibukukan. Karya tulis ilmiah yang dibukukan ini dapat berupa handout, diktat, modul, buku ajar, monograf, bunga rampai hingga buku referensi. Buku tersebut dapat dijadikan acuan ataupun bahan ajar saat melakukan perkuliahan di kelas. Disampaikan pula tentang pentingnya pemenuhan kewajiban membuat karya tulis ilmiah berupa buku bagi jenjang karir profesi dosen. Karya ilmiah buku yang ditulis oleh dosen secara individu maupun kolaborasi perlu dipublikasikan oleh Lembaga perguruan tinggi ataupun Lembaga publikasi resmi lainnya. Buku tersebut dipergunakan sebagai bahan ajar dan bacaan di dalam pengembangan literasi mahasiswa dan para akademisi lainnya. Tuntutan dari Perguruan Tinggi kepada para dosen dalam memenuhi kewajibannya sebagai pengajar perlu diiringi dengan karya-karya tertulis untuk bisa menjadi bagian dari acuan saat melakukan kegiatan mengajar sesuai dengan UU No. 12 2021 pasal 12 ayat 3 tentang kewajiban dosen dalam menulis dan menerbitkan buku. Sehingga, workshop penulisan buku ajar ini bertujuan untuk membekali para dosen, terutama dosen prodi ekonomi syariah UMM, untuk semakin produktif dan termotivasi dalam melahirkan buku ajar dan karya ilmiah lainnya dengan berkualitas. Pada sharing discussion yang dilaksanakan di Laboratorium Ekonomi Syariah UMM, kepala UMM Press ini memberikan materi terkait bagaimana seharusnya dalam membuat bahan ajar berbentuk buku. Setiap bentuk bahan ajar memiliki karakteristik dan fungsi tersendiri. Umumnya yang dipakai sebagai bahan ajar dalam perkuliahan ialah berupa diktat, modul, book chapter hingga buku referensi. Masing-masing dari bahan ajar tersebut dijabarkan kembali perbedaan hingga tata sistematika penulisannya. Hal yang dimuat di dalam tiap jenis bahan ajar tersebut dapat berupa hasil penelitian dosen, penjelasan lebih dalam atas suatu teori yang ada ataupun hasil tulisan kolaborasi antar dosen yang mengampu matakuliah sejenis. Diskusi yang berlangsung menyiratkan bahwa terdapat beberapa kendala yang selama ini dialami oleh para dosen dalam menghasilkan buku. Beberapa dosen bahkan sudah menyiapkan beberapa draft buku yang siap untuk diajukan untuk dapat diterbitkan tetapi masih memiliki ganjalan sebelum dikirimkan. Namun, kendala tersebut tidak mengalahkan semangat berkarya yang disambut baik oleh UMM Press melalui pemberian tips dalam menyusun karya tulis buku serta menjawab solusi atas masalah yang ditanyakan para dosen yang hadir. Hal ini diharapkan dapat mendorong produktifitas para dosen dalam mencetakan karya-karya baru berupa buku yang berkualitas. Acara yang berlangsung kurang lebih dua jam ini memberikan bahan bakar semangat baru bagi para dosen Ekonomi Syariah UMM dalam melahirkan karya bacaan yang bermanfaat. Harapan terbesar dari agenda workshop ini adalah bertambahnya karya dosen Ekonomi Syariah UMM berupa bacaan ilmiah yang dapat dinikmati tidak hanya bagi mahasiswa pada matakuliah tersebut namun juga sebagai bagi para akademisi lainnya. (/RAH)
Upaya tingkatkan mutu, FAI-UMM utus dosen prodi ekonomi syariah ikuti workshop AMI di Kopertais IV Surabaya

Sidoarjo – Jum’at (10/06/22) Kopertais (Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta) wilayah IV Surabaya mengadakan worksop AMI (Audit Mutu Internal) guna meningkatkan mutu internal para PTKIS (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta) di Jawa Timur. Acara ini juga dibuka langsung oleh Prof. Akhmad Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil, Ph.D., selaku koordinator kopertais wilayah iv Surabaya. “dalam hal mutu internal perlu adanya Benchmarking antara SN dikti dengan kinerja internal untuk mengetahui mutu sebuah lembaga”, ujar Rektor UINSA ini. Hal tersebut dapat menjadi suatu tradisi bagi lembaga mutu pada tiap perguruan tinggi. Sehingga nanti diharapkan akan berdampak pada customer satisfaction para stakeholder perguruan tinggi. Menurut koordinator kopertais iv, perihal sertifikasi mutu atau kelayakan pada sebuah perguruan tinggi tidak harus menggunakan ISO yang relative terlalu “mahal”, namun ada alternative lebih baik yakni menggunakan SPMI (Standar Penjamin Mutu Internal) yang dapat diterapkan langsung pada tiap lembaga serta mampu diregenerasikan pada kaum muda. Dikarenakan SPMI yang bermula dari pondasi awal hingga tingkat akhir sampai yang mana tiap tahap harus berproses dan melalui PPEPP (Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi Pengendalian Peningkatan). Dalam upaya peningkatan mutu, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang mengutus dosen prodi ekonomi syariah, Arif Luqman Hakim selaku Sekretaris prodi ekonomi syariah untuk mengikuti workshop tiga hari ini. Adapun kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari (10 – 12 Juni 2022) di Hotel Halogen, Sidoarjo dengan rangkaian acara/ tema sebagai berikut; 1) Kebijakan SPM DIKTI, SN DIKTI, SPMI, dan AMI, 2) Audit Mutu Internal (pengertian, perencanaan, dan pelaksanaan), 3) penyusunan rencana dan laporan audit kerja AMI, 4) etika editor, 5) penyusunan intrumen audit mutu internal, 6) presentasi telaah penyusunan instrument audit mutu internal, 7) penyusunan laporan audit, 8) Rapat Tinjauan Manajemen, dan 9) Rencana Tindak Lanjut. Akhirnya pada sabtu (11/06/22) pukul 21.00 workshop ditutup oleh Dr. Muhammad yunus Abu Bakar selaku sekretaris kopertais wilayah IV Surabaya. Ia menandaskan bahwa menghadapi 9 standar akan datang ialah dengan dengan data, maka diperlukan bank-bank data pada tiap PTKIS. ia juga menambahkan bawah AMI penting dilakukan karena RTM (Rapat Tinjauan Manajemen) yang akan dilaksanakan perlu diawali dengan audit internal terlebih dahulu. Serta di akhir kata ia mengharapkan agar konsorsium ini dapat terus bertahan agar mampu memajukan PTKIS-PTKIS ke arah yang lebih baik. (/lq)
Kuatkan sinergi, IAEI Komisariat UMM ikuti Silaturrahmi Kerja Nasional IAEI Pusat di Jakarta

Jakarta – Jum’at (10/06/22) Seluruh perwakilan dari Komisariat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) menghadiri acara Halalbihalal & Silaturahmi Kerja Nasional bertemakan “Menuju Muktamar V IAEI: Memperkuat Kontribusi Melalui Inovasi dan Sinergi” yang diselenggarakan oleh IAEI Pusat. Halalbihalal yang dilakukan di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan RI yakni dalam rangka silaturahmi umum antar sesama para ahli ekonomi syariah yang tergabung di komisariat masing-masing daerah. Hadir di antaranya delegasi dari IAEI Komisariat Universitas Muhammadiyah Malang. Sebagai salah satu bagian dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Program Studi Ekonomi Syariah UMM, yang merupakan IAEI Komisariat UMM, mendapat kesempatan kembali untuk menghadiri acara IAEI Pusat di Jakarta pada hari Jum’at yang berkah tersebut. Undangan yang diberikan ialah dalam rangka melangsungkan Halalbihalal antar komisariat sekaligus silaturahmi kerja IAEI Pusat di Jakarta. IAEI Komisariat UMM dengan mengirimkan delegasinya menuju kota DKI Jakarta. Acara ini dihadiri oleh para pengurus Pusat IAEI Nasional beserta komisariat-komisariat IAEI yang tersebar di seluruh Indonesia. Jusuf Kalla dan Perry Warjiyo serta Irfan Syauqi Beik turut memberi kata sambutan singkat dalam membuka acara halalbihalal idul fitri 1443H. Dilanjut oleh Sri Mulyani Indrawati yang membuka dan melakukan pengarahan atas laporan kerja selama ini. ia menyampaikan selama tahun 2020 hingga 2021, IAEI memfokuskan program yang membahas perihal penting yang memiliki korelasi yang sangat dekat dengan pembangunan ekonomi syariah di Indonesia. Kontribusi IAEI dilakukan dengan mengarus utamakan ekonomi syariah dalam membahas isu-isu strategis global dan nasional. Diantara beberapa isu yang dibahas ialah Presidensi G20 Indonesia, hal mengenai perubahan iklim, Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Syariah, RUU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), RUU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), serta pencapaian SDGs. Beberapa penuturan dari Ketua Umum IAEI Pusat ialah sebagai ikatan ahli ekonomi perlu meluruskan pemahaman masyarakat terkait praktik ekonomi syariah yang ada di masyarakat. IAEI terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan riset-riset ekonomi syariah, serta memberikan solusi antara industri, ekonomi syariah, dan perguruan tinggi. Tak lupa disampaikan beberapa instrumen keuangan Islam perlu digencarkan lebih intens seperti halnya instrument wakaf yang sangat mampu dipadupadankan dengan fokus SDGs. Implementasi Keuangan Syariah diharapkan justru membantu memberi solusi yang solutif bagi setiap isu-isu perekonomian Global yang saat ini ramai dibincangkan. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden, K.H. Ma’ruf Amin, ia mengharapkan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Indonesia dapat memanfaatkan Presidensi G20 Indonesia untuk menawarkan ekonomi syariah sebagai solusi bagi pemulihan ekonomi global yang inklusif dan berkelanjutan. Mantan ketua MUI ini juga meyakini negara Indonesia dengan penduduk muslim terbesar berpotensi untuk memberi contoh bahwa ekonomi Islam adalah sebuah solusi bagi pemulihan ekonomi global yang berkeadilan dengan tetap bermanfaat di semua kalangan masyarakat. Hal yang menjadi poin penting bagi IAEI Komisariat UMM adalah bagaimana penuturan IAEI Pusat dapat dieksekusi langsung setibanya Kembali ke kota asal. Kemampuan dalam mengedukasi masyarakat, memberi ruang bagi masyarakat untuk meluruskan persepsi terhadap keuangan syariah perlu ditekankan. Hal yang diharapkan akan semakin banyak kegiatan maupun acara yang dilakukan demi mewujudkan visi dan misi dari IAEI itu sendiri. (/RAH)